ASUHAN
KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
A.
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN
Hari/
Tanggal/ Jam : Selasa/ 19 Maret
2013/ Jam 14.10
Oleh : Eko Puji Riyanto, AMK
Tanggal
Praktek : Ruang IGD, RS Dr. Soeselo -
Slawi
IDENTITAS DIRI KLIEN
Nama : Tn. E
Umur : 26 tahun
Primary
Survey:
1. Airways
Look : Terdapat sumbatan jalan nafas
berupa lendir, tidak ada jejas di dada ataupun di leher, nafas cepat dan
dangkal
Listen : Terdengar suara gurgling
Feel : Terasa hembusan nafas di pipi
Tindakan
yang dilakukan:
-
Pertahanan jalan nafas
dengan teknik head tilt chin lift
-
Melakukan finjer swab
-
Melakukan suction
2. Breathings
Look : Ekspansi dada baik & simetris, RR:
30x/ menit, Sp O2 80%, nafas cepat dan dangkal
Listen : Terdengar suara hembusan nafas ,
terdengar suara gurgling
Feel : Terasa hembusan nafas di pipi
Tindakan
yang dilakukan:
-
Pemberian oksigen
dengan kanul nasal 5 lt/ mnt
-
Pertahankan jalan nafas
-
Kaji pola nafas
3.
Circulation
-
Tidak adanya perdarahan
kulit
-
TD: 109/ 60
-
N: 64
-
Capilary Reffil: < 3
detik
-
Akral teraba hangat
-
Membran mukosa tampak
pucat
Tindakan yang dilakukan adalah
-
Pasang monitor TTV
-
Pemasangan infus RL 20 tpm
-
Cek GDS stick
-
Monitor TTV tiap ½ jam
-
Rekam EKG
4.
Disability
Kesadaran : Soporocoma (keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap
nyeri)
GCS
: E1M3V1
Tindakan
yang dilakukan:
-
Memonitor tingkat
kesadaran dengan GCS
-
Pemeriksaan reaksi pupil
5.
Exposure
Kepala :
Mesochepal, terdapat luka lecet di bagian pipi kiri
Leher :
Tidak ada jejas
Dada :
Pengembangan dinding dada simetris, tidak terlihat adanya jejas
Punggung :
Tidak terlihat adanya jejas
Abdomen : VU teraba
cairan adanya urin, tidak adanya distensi kandung kemih, tidak terlihat adanya
jejas,
Ekstremitas Atas : Terpasang IV line di tangan kiri, kekuatan otot 5/ 5,
Tidak terlihat adanya jejas, terpasang fiksasi
Akstremitas
Bawah : Kekuatan otot 5/ 5, terlihat ada
luka lecet ditungkai kaki kanan, terpasang fiksasi
Tindakan yang
dilakukan: - Membersihkan daerah luka dan anggota tubuh yang lain untuk
menghindari infeksi
-
Memasang kateter
(volume urine yang keluar 400 ml, warna urin kuning dan berbau khas)
-
Suhu badan 367
-
Kulit hangat
Secondary Survey:
Alasan pasien dibawa ke UDG:
Pasien post
kecelakaan dengan penurunan kesadaran
Riwayat Penyakit:
Pasien datang ke
UGD jam 14.15 post kecelakaan lalu
lintas (motor vs motor), pasien tidak sadar dan dibawa oleh pihak kepolisian.
Pemeriksaan Fisik
Kepala : Mesochepal, rambut terlihat kotor,
lurus dan kusam, terdapat luka lecet di bagian pipi kiri klien , membran mukosa
bibir klien tampak pucat dan kering
Telinga :
Kotor dan terlihat luka lecet di daun telinga kanan klien
Leher :
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak terlihat adanya jejas
Thoraks : I: Pengembangan dinding dada simetris,
tidak terlihat adanya jejas
P: Tidak teraba benjolan, tidak ada tanda
fraktur
P: Sonor
A: Terdengar suara gurgling, BJ S1
- S2 normal irama reguler.
Abdomen : A: Bising usus
(+) 8x/ menit
I:
Dinding perut supel, tak ada distensi ,tidak terlihat adanya jejas
P: VU teraba cairan adanya urin,
tidak adanya distensi kandung kemih,
turgor kulit kering
P: Tympani
Ekstremitas Atas : Terpasang IV line di tangan kiri, kekuatan otot 5/ 5,
Tidak terlihat adanya jejas, terpasang fiksasi
Akstremitas
Bawah : Kekuatan otot 5/ 5, terlihat
adanya luka lecet di tungkai bawah kanan klien, terpasang fiksasi
Program terapi (dosis,
rute) :
a.
Tindakan dan terapi di ruang resusitasi IGD (jam 14.20)
- O2
5 lt/ menit
- Infus
RL 20 tpm + ketesse 1 amp/drip
- Injeksi
piracetam 3 gr
- Injeksi
citicoline 250 mg
-
Injeksi ranitidine 150
mg
b. Pemeriksaan
penunjang :
- Motivasi
CT Scan Cranium
- Laboratorium
darah rutin dan GDS
c. Tindakan
Keperawatan :
- Memberikan
teknik Tri way manuver
- Memonitor
balance cairan
- Memonitor
GCS
- Memonitor
TTV
- Memasang
O2 kanul binasal
- Melakukan
EKG
- Memasang
kateter urine
- Tes
GDS stick
- Memasang
infus
- Melakukan
injeksi
- Melakukan
suction
B.
ANALISA DATA
No.
|
Tanggal
|
Data
|
Masalah
|
Penyebab
|
1.
|
19 Maret 2013
Jam 14.15
|
DS : -
DO:
-
Bibir klien tampak
pucat
-
Sp O2 80 %
-
GCS: E1M3V1
: 5
-
TD: 109/ 60 mmHg
-
N: 64x /menit
-
MAP: 76
-
Kesadaran: Soporo
coma
-
Reflek pupil terhadap
cahaya melambat
|
Ketidakefektifan
perfusi jaringan cerebral
|
Edema cerebral
|
2.
|
19 Maret 2013
Jam 14.15
|
DS: -
DO:
-
Adanya gurgling
-
RR: 30x/menit,
takipneu
-
Kesadaran: Sopor
comma
-
Nafas cepat dan
dangkal
|
Ketidakefektifan
jalan nafas
|
Penumpukan lendir
|
3.
|
19 Maret 2013
|
DS: -
DO:
-
GCS: E1M3V1:
5
-
Kesadaran: Sopor coma
-
Pasien gelisah
|
Resiko injury
|
Penurunan kesadaran
|
C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas berhubungan dengan
penumpukan lendir
2.
Ketidakefektifan
perfusi jaringan cerebral berhubungan dengan edema cerebral
3.
Resiko injury
berhubungan dengan penurunan kesadaran
D. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No.
|
INTERVENSI
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
Kriteria
Hasil
|
Rencana
Keperawatan
|
|||
1.
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada Tn. E
selama 2 jam, diharapkan jalan nafas efektif, dengan kriteria hasil:
-
Tidak ada suara
gurgling
-
Pola nafas normal
-
Kesadaran meningkat
-
RR normal: 16-20
|
1. Kaji
pola nafas
2. Pertahankan
jalan nafas paten
3. Lakukan
suction
4. Pasang
O2 sebesar 5 lt/ menit
|
19 Maret 2013 Jam 14.15
1. Mengkaji
pola nafas
2. Memberikan
posisi head tilt dan chin lift
3. Melakukan
suction
4. Memberikan
O2 sebesar 5 lt/ menit
|
19 Maret 2013 Jam 16.00
S: -
O:
-
Adanya gurgling
-
RR: 24x/menit,
takipneu
-
Kesadaran: Sopor
comma
-
Nafas cepat dan
dangkal
A: Masalah belum teratasi
P: Rujuk klien ke ICU RSI (lanjutkan intervensi)
|
2.
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2
jam, diharapkan perfusi jaringan perifer dan cerebral efektif, dengan
kriteria hasil:
- Bibir
tidak pucat
- GCS
meningkat:6
- Kesadaran
membaik:
- TD,
N, MAP, SPO2 dalam batas normal
|
1. Bebaskan
jalan nafas
2. Kaji
pola nafas
3. Pasang
O2
4. Monitor
TTV
5. Monitor
tingkat kesadaran
|
19 Maret 2013 Jam 14.15
1. Membebaskan
jalan nafas dengan tekhnik head tilt dan chin lift
2. Mengkaji
pola nafas klien
3. Memasang
O2 kanul binasal sebesar 5 lt/ menit
4. Memonitor
TTV klien
5. Memonitor
tingkat kesadaran klien
|
19 Maret 2013
Jam 16.00
S: -
O:
-
Bibir klien tidak
nampak pucat
-
GCS: E1M3V1
-
Kesadaran Sopor coma
-
Reflek pupil terhadap
cahaya melambat
-
TD: 114/ 61 mmHg
-
N: 70x/ menit
-
RR: 20x/menit
-
MAP: 79
-
SPO2 99%
A: Masalah teratasi sebagian
P: Rujuk
klien ke ICU RSI
(Lanjutkan
intervensi)
|
3.
|
Setelah dilakukan perawatan pada Tn. E selama 2
jam, diharapkan klien terbebas dari injury, dengan kriteria hasil:
-
GCS meningkat
-
Kesadaran meningkat
-
Klien tidak terjatuh
|
1.
Kaji status neurologis (perubahan
pupil, aktivitas pergerakan menurun, dan kejang)
2.
Kaji tingkat kesadaran dengan GCS
3. Lakukan
fiksasi di bagian ekstremitas atas dan bawah klien
4. Pendampingan
oleh petugas dan keluarga
5. Pasang
pengaman brankard
|
19 Maret 2013 Jam 14.15
1. Mengkaji
status neurologis klien
2. Mengkaji
GCS klien
3. Memfiksasi
di ekstremitas atas dan bawah klien
4. Mengawasii
klien agar tidak jatuh
5. Memasang
pengaman pada brankard
|
S: -
O:
-
GCS: E1M3V1:
5
-
Kesadaran: Sopor coma
-
Pasien gelisah
-
Terpasang fiksasi di
ektremitas atas dan bawah klien
A: Masalah belum teratasi
P: Rujuk klien ke ICU RSI (Lanjutkan intervensi)
|
No comments:
Post a Comment