Monday, May 30, 2016

Materi SAP Hipertensi

HIPERTENSI

A.     Pengertian

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu bila tekanan sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan distolik (bawah) 90 atau lebih.

B.      Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Hipertensi, berdasarkan The Joint national Commite on Detection Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, adalah sebagai berikut :
Kategori
Sistolik (atas)
Distolik (bawah)
-           Normal tinggi (perbatasan)
130 - 139
85 – 89
-           Stadium 1, ringan
140 - 159
90 – 99
-           Stadium 2, sedang
160 - 179
100 – 109
-           Stadium 3, berat
180 - 209
110 – 119
-           Stadium 4, sangat berat
³ 210
³ 120

C.     Berdasarkan Penyebabnya Hipertensi dibagi dalam 2 Golongan yaitu :

1.        Hipertensi primer / essensial
Merupakan hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui, biasanya berhubungan dengan faktor keturunan dan lingkungan.
2.        Hipertensi sekunder
Merupakan hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti, seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal. 

D.     Faktor Pencetus terjadinya Hipertensi

1.        Obesitas / kegemukan
2.        Kebiasaan merokok
3.        Minuman beralkohol
4.        Penyakit kencing manis dan jantung
5.        Wanita yang tidak menstruasi
6.        Stress
7.        Kurang olah raga
8.        Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak dan tinggi kolesterol

E.      Cara Penanganan dan Perawatan Hipertensi

1.        Cara penanganan hipertensi
a.        Berobat/memeriksa diri secara teratur
b.       Minum obat secara teratur
c.       Jangan menghentika, mengubah dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk dokter
d.      Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain karena ada jenis obat yang dapat meningkatkan dan memperbutuk hipertensi.
2.        Cara perawatan dan pencegahan hipertensi
a.        Usahakan untuk memepertahankan berat badan yang seimbang dengan mencegah kegemukan
b.       Batasi pemakaian garam (Sodium)
c.        Tidak merokok
d.       Memperhatikan diet dengan memperbanyak makan buah dan sayuran dan membatasi minuman beralkohol
e.        Hindari minum kopi berlebihan
f.        Periksa tekanan darah secara teratur terutama jika usi sudah mencapai 40 tahun

F.      Komplikasi Hipertensi

1.        Pada otak
W  Pelebaran pembuluh darah
W  Perdarahan pada otak
W  Kematian sel otak Stroke
2.        Pada ginjal
W  Malam banyak kencing
W  Kerusakan sel-sel ginjal
W  Gagal ginjal
3.        Jantung
W  Pembesaran jantung
W  Nafas sesak
W  Cepat lelah
W  Gagal jantung

Untuk orang Indonesia, sebenarnya ada beberapa cara tradisional yang bisa dilakukan dengan sangat mudah untuk mengontrol tekanan darah masing-masing. Yang paling penting, mau mengerjakannya.
Cara tradisional adalah cara terbaik karena di samping tidak ada efek negatifnya seperti obat-obatan kimiawi, juga tidak ada efek lainnya yaitu boros. Memang sangat tersiksa bagi mereka yang terserang tekanan darah tinggi karena selain kepala pusing , mata kunang-kunang, juga jantung bisa berdebaran, tubuh terasa gemetar, dan sulit tidur.
Di bawah ini ada beberapa ramuan atau buah-buahan yang merupakan resep tradisional ”karuhun” kita yang bisa Anda coba. 
1. Buah belimbing
  • Buah ini bisa mengontrol tekanan darah dalam keadaan normal dan juga bisa menurunkan tekanan darah bagi mereka yang sudah mengalaminya.
  • Caranya: Buah belimbing yang cukup besar dan sudah agak matang, diparut halus. Kemudian, air parutan diperas sebanyak satu gelas. Air perasan ini diminum setiap pagi. Lakukan selama 3 minggu sampai satu bulan. Setelah satu bulan, Anda bisa menguranginya dua hari sekali saja meminumnya. Tidak perlu menambahkan gula pasir atau sirup pada air perasannya.
  • Bagi mereka yang sudah telanjur menderita hipertensi, sebaiknya menggunakan buah belimbing yang besar sehingga air perasannya lebih banyak. 
2. Daun seledri
  • Caranya dengan menumbuk segenggam daun seledri sampai halus, saring, dan peras dengan memakai kain halus. Air saringan usahakan satu gelas. Diamkan selama lebih kurang 1 jam, kemudian diminum pagi dan sore dengan sedikit ampasnya yang ada di dasar gelas. Khasiat daun seledri ini sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Prof. James Elliot dan koleganya melakukan percobaan terhadap 45 orang yang berusia sekisar 45-50 tahun. Kelompok pertama terdiri dari 20 orang yang tidak diberi apa-apa dan kelompok kedua diberi minum air perasan seledri selama 1 bulan setiap pagi dan sore hari.
  • Setelah diadakan evaluasi pada bulan berikutnya, ternyata pada kelompok pertama fluktuasi kenaikan tekanan darahnya sangat lebar, sedangkan pada kelompok kedua fluktuasinya kecil. Disimpulkan, tekanan darah mereka yang rajin mengonsumsi daun seledri, lebih stabil. Pada percobaan itu, pengukuran tekanan darahnya dilakukan setiap saat pada setiap anggota kelompok tadi. 
3. Bawang putih
  • Bumbu dapur yang berbau khas ini, ternyata juga bisa menstabilkan tekanan darah seseorang. Caranya dengan memakan langsung tiga siung bawang putih mentah, setiap pagi dan sore hari. Pilihlah bawang putih yang kulitnya berwarna coklat kehitaman karena mutunya lebih baik. Jika tidak ”kuasa” untuk memakannya dalam keadan mentah, bisa direbus atau dikukus dulu, namun karena banyak zat-zat berkhasiatnya yang ikut larut dalam air rebusan, sebaiknya ditambah menjadi 8-9 siung sekali makan. 
4. Buah mengkudu/pace
  • Buah ini sekarang sedang ngetren sebagai jenis buah yang sudah terbukti banyak sekali khasiatnya. Untuk menekan hipertensi pun ternyata buah ini sudah dibuktikan sebagai salah satu alternatifnya. Caranya hampir sama dengan cara untuk buah belimbing, yaitu dengan memarut halus, kemudian diperas pakai kain kasa yang bersih, diambil airnya. Minum pagi/sore hari secara teratur.
  • Menurut penelitian Dr. Ralph Heinecke yang melakukannya di Hawaii, telah menemukan bahwa buah ini kaya akan proxeronine suatu bahan aktif pembuat xeronine yang berfungsi mengaktifkan enzim-enzim dalam tubuh agar bisa berfungsi lebih sempurna. Jumlahnya dalam tubuh sangat sedikit sehingga dengan mengonsumsi proxeronine, sangat bijak sekali untuk membantu pembentukan xeronine yang sangat diperlukan tubuh.
  • Selain itu, pace juga mengandung scopoletin yang diduga bisa melebarkan pembuluh darah dan penemuan ini juga diperkuat oleh para peneliti dari Universitas Stanford di Amerika Serikat, Union College of London di Inggris dan Universitas Meets di Prancis yang semuanya menyebutkan bahwa buah pace dapat menurunkan tekanan darah.
  • Sebagai alternatif pengobatan, rata-rata penderita menurut para peneliti itu bisa merasakan khasiatnya setelah mengonsumsi selama 4-8 minggu terus-menerus. Sebuah riset lain yang ditulis oleh Nature’s Amazing Healer dari Neil Solomon, M.D., Ph.D. mengatakan, dari 721 penderita tekanan darah tinggi, ternyata berhasil baik sampai 87%. Kini, di pasaran sudah ada mengkudu dalam bentuk sirup dan kapsul, jadi akan lebih mudah lagi untuk mengonsumsinya dengan teratur

No comments:

Post a Comment