Friday, May 27, 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( S A P ) HIPERTENSI



SATUAN ACARA PENYULUHAN ( S A P )
HIPERTENSI

 

Pokok Bahasan
:
Hemoroid
Sub Pokok Bahasan
:
Perawatan dan Pencegahan Hemoroid
Hari/ tanggal         
:   
19 Desember 2012
Waktu pertemuan
:
35 menit
Tempat
:
Wisma Flamboyan UREHSOS PURBO YUWONO BREBES
Sasaran

Penyuluh
:

:
Tn. K

Eko Puji Riyanto

 

A.     Latar Belakang

Berdasarkan hasil pengkajian pada Tn. K di URESOS PURBO YUWONO BREBES, ternyata diketahui penerima manfaat menderita hemoroid. Gejala yang masih muncul saat ini adalah sering nyeri dan ada benjolan setelah BAB. Penerima manfaat menyatakan belum mengetahui sepenuhnya tentang penyakit hemoroid, perawatan dan pencegahannya. Informasi-informasi tentang perawatan penyakit hemoroid sangat dibutuhkan oleh penerima manfaat di UREHSOS PURBO YUWONO BREBES dalam upaya preventif dan promotif bagi penerima manfaat . Oleh karena itu pendidikan kesehatan untuk Tn. K di UREHSOS PURBO YUWONO BREBES adalah mengenai cara perawatan tersebut perlu disampaikan.

B.     Tujuan

  1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan penerima manfaat dapat melakukan perawatan pada penyakit Hemoroid.
 
  1. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1x35 menit, penerima manfaat (Tn. K) di UREHSOS BISMA UPAKARA PEMALANG dapat menjelaskan kembali tentang :
a.       Pengertian hemoroid
b.      Penyebab hemoroid
c.       Klasifikasi hemoroid
d.      Tanda dan gejala hemoroid
e.       Pengelolaan hemoroid

C.     Kisi-Kisi Materi

1.      Pengertian hemoroid
2.      Penyebab hemoroid
3.      Klasifikasi hemoroid
4.      Tanda dan gejala hemoroid
5.      Pengelolaan hemoroid
 (Terlampir)

D.    Metode

  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Diskusi 

E.     MEDIA

  • Leafleat
 F.      Kegiatan Penyuluhan

No

Kegiatan Penyuluh

Waktu

Respon Peserta

1
Pendahuluan
*          Memberi salam
*          Memberi pertanyaan apersepsi
*          Mengkomunikasikan pokok bahasan
*          Mengkomunikasikan tujuan
5 mnt

*          Menjawab salam
*          Memberi salam
*          Menyimak
*          Menyimak
2
Kegiatan Inti
*          Memberikan penjelasan tentang Hemoroid
*          Memberikan kesempatan penerima manfaat untuk bertanya
*          Menjawab pertanyaan penerima manfaat
25 mnt



*          Menyimak
*          Bertanya
*          Memperhatikan
3
Penutup
*          Menyimpulkan materi penyuluhan bersama penerima manfaat
*          Memberikan evaluasi secara lisan
*          Memberikan salam penutup
5 mnt

*          Memperhatikan
*          menjawab

G.    Evaluasi

  1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu / media, proses penyuluhan.
  2. Hasil penyuluhan, memberi pertanyaan pada keluarga tentang :
§  Pengertian hemoroid
§  Penyebab hemoroid
§  Klasifikasi hemoroid
§  Tanda dan gejala hemoroid
§  Pengelolaan hemoroid

H.    Referensi

W  Arkanda, Sumitro. 1989. Ringkasan Ilmu Bedah. Jakarta: PT. Bina Aksara.
W  Doenges (2001). Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC
W   http://www.iptek.net.id, 2002, Hemoroid, Jakarta


Lampiran Materi

HEMOROID

A.      Pengertian

Hemoroid adalah pembengkakan atau distensi vena di daerah anorektal. Sering terjadi namun kurang diperhatikan kecuali kalau sudah menimbulkan nyeri dan perdarahan. Istilah hemoroid lebih dikenal sebagai ambeien atau wasir oleh masyarakat awam. Sudah pasti kehadirannya akan mengundang segelintir rasa tidak nyaman. Hemoroid bukan saja mengganggu aspek kesehatan, tetapi juga aspek kosmetik bahkan sampai aspek sosial.
Secara sederhana, kita bisa menganggap hemoroid sebagai pelebaran pembuluh darah, walaupun sebenarnya juga melibatkan jaringan lunak di sana. Hemoroid hampir mirip dengan varises. Hanya saja, pada varises pembuluh darah yang melebar adalah pembuluh darah kaki, sedangkan pada hemoroid pembuluh darah yang bermasalah adalah vena hemoroidalis di daerah anorektal. (dr.delken kuswanto)

B.      Klasifikasi Hemoroid

Pada dasarnya hemoroid di bagi menjadi dua klasifikasi, yaitu :
a)      Hemoroid interna
Merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media. Terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti hemoroid eksterna.
Gejala - gejala dari hemoroid interna adalah pendarahan tanpa rasa sakit karena tidak adanya serabut serabut rasa sakit di daerah ini. Jika sudah parah bisa menonjol keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan operasi untuk membuang wasir.
Hemoroid interna terbagi menjadi 4 derajat :
Ø  Derajat I
Timbul pendarahan varises, prolapsi / tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di temukan dengan proktoskopi.
Ø  Derajat II
Terdapat trombus di dalam varises sehingga varises selalu keluar pada saat depikasi, tapi seterlah depikasi selesai, tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya.
Ø  Derajat III
Keadaan dimana varises yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus di dorong
Ø  Derajat IV
Suatu saat ada timbul keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defikasi tidak dapat di masukan lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang di ikuti infeksidan kadang kadang timbul perlingkaran anus, sering di sebut dengan Hemoral Inkaresata karena seakan - akan ada yang menyempit hemoriod yang keluar itu, padahal pendapat ini salah karena muskulus spingter ani eksternus mempunyai tonus yang tidak berbeda banyak pada saat membuka dan menutup. Tapi bila benar terjadi. Inkaserata maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis tapi tidak demikiaan halnya. Lebih tepat bila di sebut dengan perolaps hemoroid .
b)      Hemoroid eksterna
Merupakan varises vena hemoroidalis inferior yang umumnya berada di bawah otot dan berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.
Hemoroid eksrterna jarang sekali berdiri sendiri, biasanya perluasan hemoroid interna. Tapi hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu:
1)      Akut
Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah hematom, walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut.
Tanda dan gejala yang sering timbul adalah:
1. Sering rasa sakit dan nyeri
2. Rasa gatal pada daerah hemorid
Kedua tanda dan gejala tersebut disebabkan karena ujung – ujung saraf pada kulit merupakan reseptor rasa sakit .
2)      Kronik
Hemoroid eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.

C.      Faktor Pencetus Resiko terjadinya Hemoroid

1)      Keturunan
Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis
2)      Anatomic
Vena darah anorektal tidak mempunyai katup dan plexus hemorhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi sekitarnya
3)      Pekerjaan
Orang yang harus berdiri dan duduk lama atau harus mengangkat barang berat, memounyai predisposisi untuk hemoroid
4)      Umur
Pada umur tua timbul digenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis
5)      Endokrin
Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstermitas dan anus (sekresi hormon kelaksin)
6)      Mekanis
Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut. Misalnya penderita hipertrofi prostat
7)      Fisiologis
Bendungan pada peredaran darah portal misalnya pada penderita dekompensiasio hordis atau sikrosis hepatis
8)      Radang
Adalah faktor penting yang menyebabkan fitalitas jaringan di daerah itu berkurang

D.     Gejala

Ø  Dubur mengalami perdarahan
Ø  Nyeri
Ø  Iritasi dan gatal-gatal
Ø  Tonjolan pada anus 

E.      Pencegahan

Ø  Jangan terlalu mengejang saat BAB
Ø  Makan banyak serat (buah segar dan sayur)
Ø  Minum cukup (6-8 gelas/hari)
Ø  Olahraga teratur
Ø  Jangan duduk di toilet terlalu lama
Ø  Jika aktivitas utama duduk selalu usahakan berdiri / berjalan sesaat saat istirahat. (min. 5 menit setiap jam)
Ø  Hindari mengangkat beban berat.

F.       Komplikasi Hemoroid

  1. Terjadi thrombosis
Karena hemoroid keluar sehinga lama - lama darah akan membeku dan terjadi trombosis.
  1. Peradangan
Kalau terjadi lecet karena tekanan vena hemoroid dapat terjadi infeksi dan meradang karena disana banyak kotoran yang ada kuman - kumannya.
  1. Terjadinya perdarahan
Pada derajat satu darah keluar menetes dan memancar. Perdarahan akut pada umumnya jarang, hanya terjadi apabila yang pecah adalah pembuluh darah besar. Hemoroid dapat membentuk pintasan portal sistemik pada hipertensi portal, dan apabila hemoroid semacam ini mengalami perdarahan maka darah dapat sangat banyak. Yang lebih sering terjadi yaitu perdarahan kronis dan apabila berulang dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. Anemia terjadi secara kronis, sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. Apabila hemoroid keluar, dan tidak dapat masuk lagi(inkarserata/ terjepit) akan mudah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan kematian.

G.    Pengobatan

  1. Penatalaksanaan Medik
Gejala hemoroid dan ketidaknyamanan dapat dihilangkan dengan hygiene personal yang baik dan menghindari mengejan berlebihan selama defekasi. Diet tinggi serat yang mengandung buah dan sekam mungkin satu-satunya tindakan yang diperlukan, bila tindakan ini gagal, laksatif yang berfungsi mengapsorpsi air saat melewati usus dapat membantu. Tirah baring adalah tindakan yang memungkinkan pembesaran berkurang.
Terdapat berbagai tipe tindakan nonoperatif untuk hemoroid. Fotokoagulasi inframerah, diatermi bipolar, dan terapi laser adalah teknik terbaru yang digunakan untuk melekatkan mukosa ke otot yang mendasarinya. Injeksi larutan sklerosan juga efektif untuk hemoroid berukuran kecil dan berdarah. Prosedur ini membantu mencegah prolaps.
  1. Penatalaksanaan Surgikal
·         Terapi bedah
Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional (menggunakan pisau dan gunting), bedah laser ( sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler).

No comments:

Post a Comment