SATUAN ACARA PENYULUHAN ( S A P )
HIPERTENSI
|
Pokok Bahasan
|
:
|
Hemoroid
|
|
Sub Pokok Bahasan
|
:
|
Perawatan dan
Pencegahan Hemoroid
|
|
Hari/
tanggal
|
:
|
19 Desember 2012
|
|
Waktu pertemuan
|
:
|
35 menit
|
|
Tempat
|
:
|
Wisma Flamboyan
UREHSOS PURBO YUWONO BREBES
|
|
Sasaran
Penyuluh
|
:
:
|
Tn. K
Eko Puji Riyanto
|
A. Latar Belakang
Berdasarkan hasil
pengkajian pada Tn. K di URESOS PURBO YUWONO BREBES,
ternyata diketahui penerima
manfaat menderita hemoroid. Gejala yang masih muncul saat ini
adalah sering nyeri dan ada benjolan setelah BAB. Penerima manfaat menyatakan
belum mengetahui sepenuhnya tentang penyakit hemoroid, perawatan dan
pencegahannya. Informasi-informasi tentang perawatan penyakit hemoroid sangat
dibutuhkan oleh penerima manfaat di
UREHSOS PURBO YUWONO BREBES dalam
upaya preventif dan promotif bagi penerima manfaat . Oleh karena itu pendidikan kesehatan untuk
Tn. K di UREHSOS PURBO
YUWONO BREBES adalah mengenai cara perawatan tersebut perlu disampaikan.
B. Tujuan
- Tujuan Umum
Setelah
mengikuti pendidikan kesehatan penerima manfaat dapat melakukan perawatan pada
penyakit Hemoroid.
- Tujuan Khusus
Setelah
mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1x35 menit, penerima manfaat (Tn. K) di UREHSOS
BISMA UPAKARA PEMALANG dapat
menjelaskan kembali tentang :
a.
Pengertian hemoroid
b.
Penyebab hemoroid
c.
Klasifikasi hemoroid
d.
Tanda dan gejala hemoroid
e.
Pengelolaan hemoroid
C. Kisi-Kisi Materi
1.
Pengertian hemoroid
2.
Penyebab hemoroid
3.
Klasifikasi hemoroid
4.
Tanda dan gejala hemoroid
5.
Pengelolaan hemoroid
(Terlampir)
D. Metode
- Ceramah
- Tanya Jawab
- Diskusi
E. MEDIA
- Leafleat
F.
Kegiatan Penyuluhan
No |
Kegiatan Penyuluh |
Waktu |
Respon Peserta |
|
1
|
Pendahuluan
*
Memberi salam
*
Memberi pertanyaan apersepsi
*
Mengkomunikasikan pokok bahasan
*
Mengkomunikasikan tujuan
|
5 mnt
|
*
Menjawab salam
*
Memberi salam
*
Menyimak
*
Menyimak
|
|
2
|
Kegiatan Inti
*
Memberikan penjelasan tentang Hemoroid
*
Memberikan kesempatan penerima manfaat untuk
bertanya
*
Menjawab pertanyaan penerima manfaat
|
25 mnt
|
*
Menyimak
*
Bertanya
*
Memperhatikan
|
|
3
|
Penutup
*
Menyimpulkan materi penyuluhan bersama penerima
manfaat
*
Memberikan evaluasi secara lisan
*
Memberikan salam penutup
|
5 mnt
|
*
Memperhatikan
*
menjawab
|
G. Evaluasi
- Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu / media, proses penyuluhan.
- Hasil penyuluhan, memberi pertanyaan pada keluarga tentang :
§ Pengertian hemoroid
§ Penyebab hemoroid
§ Klasifikasi hemoroid
§ Tanda dan gejala hemoroid
§ Pengelolaan hemoroid
H. Referensi
W
Arkanda, Sumitro. 1989. Ringkasan Ilmu Bedah. Jakarta: PT. Bina
Aksara.
W
Doenges (2001). Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC
W http://www.iptek.net.id,
2002, Hemoroid, Jakarta
Lampiran Materi
HEMOROID
A. Pengertian
Hemoroid adalah pembengkakan atau
distensi vena di daerah anorektal. Sering terjadi namun kurang diperhatikan
kecuali kalau sudah menimbulkan nyeri dan perdarahan. Istilah hemoroid lebih
dikenal sebagai ambeien atau wasir oleh masyarakat awam. Sudah pasti
kehadirannya akan mengundang segelintir rasa tidak nyaman. Hemoroid bukan saja
mengganggu aspek kesehatan, tetapi juga aspek kosmetik bahkan sampai aspek
sosial.
Secara sederhana, kita bisa
menganggap hemoroid sebagai pelebaran pembuluh darah, walaupun sebenarnya juga
melibatkan jaringan lunak di sana. Hemoroid hampir mirip dengan varises. Hanya
saja, pada varises pembuluh darah yang melebar adalah pembuluh darah kaki,
sedangkan pada hemoroid pembuluh darah yang bermasalah adalah vena hemoroidalis
di daerah anorektal. (dr.delken kuswanto)
B. Klasifikasi Hemoroid
Pada dasarnya hemoroid di bagi menjadi dua
klasifikasi, yaitu :
a) Hemoroid interna
Merupakan
varises vena hemoroidalis superior dan media. Terdapat pembuluh darah pada anus
yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa
terlihat muncul menonjol ke luar seperti hemoroid eksterna.
Gejala -
gejala dari hemoroid interna adalah pendarahan tanpa rasa sakit karena tidak
adanya serabut serabut rasa sakit di daerah ini. Jika sudah parah bisa menonjol
keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan
operasi untuk membuang wasir.
Hemoroid
interna terbagi menjadi 4 derajat :
Ø Derajat I
Timbul pendarahan
varises, prolapsi / tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di
temukan dengan proktoskopi.
Ø Derajat II
Terdapat trombus di
dalam varises sehingga varises selalu keluar pada saat depikasi, tapi seterlah
depikasi selesai, tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya.
Ø Derajat III
Keadaan dimana varises
yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus di dorong
Ø Derajat IV
Suatu saat ada timbul
keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defikasi tidak dapat di
masukan lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang di ikuti infeksidan
kadang kadang timbul perlingkaran anus, sering di sebut dengan Hemoral
Inkaresata karena seakan - akan ada yang menyempit hemoriod yang keluar itu,
padahal pendapat ini salah karena muskulus spingter ani eksternus mempunyai
tonus yang tidak berbeda banyak pada saat membuka dan menutup. Tapi bila benar
terjadi. Inkaserata maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis tapi tidak
demikiaan halnya. Lebih tepat bila di sebut dengan perolaps hemoroid .
b) Hemoroid eksterna
Merupakan
varises vena hemoroidalis inferior yang umumnya berada di bawah otot dan
berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan
pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.
Hemoroid
eksrterna jarang sekali berdiri sendiri, biasanya perluasan hemoroid interna.
Tapi hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu:
1) Akut
Bentuk
akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah
hematom, walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut.
Tanda dan gejala yang
sering timbul adalah:
1. Sering rasa sakit dan
nyeri
2. Rasa gatal pada
daerah hemorid
Kedua
tanda dan gejala tersebut disebabkan karena ujung – ujung saraf pada kulit
merupakan reseptor rasa sakit .
2) Kronik
Hemoroid
eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit
anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.
C. Faktor Pencetus Resiko terjadinya Hemoroid
1) Keturunan
Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis
2) Anatomic
Vena darah anorektal tidak mempunyai katup dan
plexus hemorhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi sekitarnya
3) Pekerjaan
Orang yang harus berdiri dan duduk lama atau
harus mengangkat barang berat, memounyai predisposisi untuk hemoroid
4) Umur
Pada umur tua timbul digenerasi dari seluruh
jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis
5) Endokrin
Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena
ekstermitas dan anus (sekresi hormon kelaksin)
6) Mekanis
Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya
tekanan yang meninggi dalam rongga perut. Misalnya penderita hipertrofi prostat
7) Fisiologis
Bendungan pada peredaran darah portal misalnya
pada penderita dekompensiasio hordis atau sikrosis hepatis
8) Radang
Adalah faktor penting yang menyebabkan
fitalitas jaringan di daerah itu berkurang
D. Gejala
Ø
Dubur mengalami perdarahan
Ø
Nyeri
Ø
Iritasi dan gatal-gatal
Ø
Tonjolan pada anus
E. Pencegahan
Ø
Jangan terlalu mengejang saat
BAB
Ø
Makan banyak serat (buah segar
dan sayur)
Ø
Minum cukup (6-8 gelas/hari)
Ø
Olahraga teratur
Ø
Jangan duduk di toilet terlalu
lama
Ø
Jika aktivitas utama duduk
selalu usahakan berdiri / berjalan sesaat saat istirahat. (min. 5 menit setiap
jam)
Ø
Hindari mengangkat beban berat.
F. Komplikasi Hemoroid
- Terjadi thrombosis
Karena hemoroid keluar sehinga lama - lama
darah akan membeku dan terjadi trombosis.
- Peradangan
Kalau terjadi lecet karena tekanan vena
hemoroid dapat terjadi infeksi dan meradang karena disana banyak kotoran yang
ada kuman - kumannya.
- Terjadinya perdarahan
Pada derajat satu darah keluar menetes dan
memancar. Perdarahan akut pada umumnya jarang, hanya terjadi apabila yang pecah
adalah pembuluh darah besar. Hemoroid dapat membentuk pintasan portal sistemik
pada hipertensi portal, dan apabila hemoroid semacam ini mengalami perdarahan
maka darah dapat sangat banyak. Yang lebih sering terjadi yaitu perdarahan
kronis dan apabila berulang dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit
yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. Anemia terjadi
secara kronis, sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita
walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. Apabila hemoroid
keluar, dan tidak dapat masuk lagi(inkarserata/ terjepit) akan mudah terjadi
infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan kematian.
G. Pengobatan
- Penatalaksanaan Medik
Gejala
hemoroid dan ketidaknyamanan dapat dihilangkan dengan hygiene personal yang
baik dan menghindari mengejan berlebihan selama defekasi. Diet tinggi serat
yang mengandung buah dan sekam mungkin satu-satunya tindakan yang diperlukan,
bila tindakan ini gagal, laksatif yang berfungsi mengapsorpsi air saat melewati
usus dapat membantu. Tirah baring adalah tindakan yang memungkinkan pembesaran
berkurang.
Terdapat
berbagai tipe tindakan nonoperatif untuk hemoroid. Fotokoagulasi inframerah,
diatermi bipolar, dan terapi laser adalah teknik terbaru yang digunakan untuk
melekatkan mukosa ke otot yang mendasarinya. Injeksi larutan sklerosan juga
efektif untuk hemoroid berukuran kecil dan berdarah. Prosedur ini membantu
mencegah prolaps.
- Penatalaksanaan Surgikal
·
Terapi bedah
Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional
(menggunakan pisau dan gunting), bedah laser ( sinar laser sebagai alat
pemotong) dan bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler).
No comments:
Post a Comment