Thursday, September 29, 2016

Dengue Hemorhagic Fever (DHF), what this it?

Demam berdarah atau yang lebih kerennya lagi Dengue Hemorhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dengan gejala panas tinggi mendadak disertai tanda perdarahan dan cenderung menimbulkan syok, nyeri otot dan sendi serta dapat menyebabkam kematian apabila tidak mendapat penanganan yang tepat.
GEJALA DAN TANDA DEMAM BERDARAH
Gejala umum yang sering timbul antara lain :
  1. Panas tinggi dan mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari bisa disertai adanya tanda perdarahan,  contohnya bintik bintik kemerahan dibawah kulit, minisan, gusi berdarah bahkan bisa muntah dan berak darah.
  2. Keluhan pada saluran pencernaan seperti mual dan muntah.
  3. Nyeri uluhati
  4. Nyeri sendi, nyeri kepala, nyeri otot, rasa sakit di daerah belakang bola mata (red:retroorbita), pembesaran hati dan limpa.
  5. Kadang ditemui keluhan batuk pilek dan sakit menelan.
FAKTOR RESIKO
Faktor resiko atau kita sebut yang menyebabkan demam berdarah dikarenakan sbb:
  1. Faktor lingkungan yang beresiko menularkan virus dengue, lingkungan kumuh, banyak genangan air, dan kebersihan yang tidak terjaga.
  2. Faktor kekebalan tubuh manusia yang sedang menurun.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
  1. Pemeriksaan laboratorium darah
  2. Pemeriksaan Rontgen dada
  3. IgM/ igG dengue
DIET / MAKANAN
Diet disesuaikan dengan kondisi pasien, dapat diberikan diet makanan lunak sampai dengan diet makanan biasa.

SARAN PENULIS SETELAH RAWAT INAP
Ada beberapa saran yang sangat bermanfaat setelah rawat inap di Rumah sakit dengan dem berdarah.

1. Obat, 
konsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk perawatan dirumah harus diminum secara teratur sesuai dengan instruksi dokter.

2. Aktivitas / kegiatan, 
  • Istirahat beberapa hari untuk memulihkan tenaga.
  • Menghindari aktivitas yang terlalu berat
  • Aktivitas bertahap dari yang ringan dulu selama masa pemulihan.

PENCEGAHAN
Nah ini yang penting guys! Pencegahan menurut penulis dititikberatkan pada pemberantasan nyamuk dengan penyemprotan insektisida dan upaya membasmi jentik nyamuk yang dilakukan dengan 3M.
Gerakan 3M yaitu;
  • Menguras tempat - tempat penampungan air secara teratur sekurang - kurangnya sekali seminggu atau penaburan bubuk abate kedalamnya.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
Untuk pemberantasan nyamuk atau jentik sendiri bisa dilakukan dengan cara:
  1. Fogging (penyemprotan), kegiatan ini dilakukan bila hasil penyelidikan epidemiologis memenuhi kriteria.
  2. Abatisasi, semua tempat penampungan air dirumah dan bangunan yang ditemukan jentik aedes aegypti ditaburi bubuk abate dengan dosis 1 sendok makan peres (10gram) abate untuk 100 liter air.
Penulis : Akhdan_nurse

No comments:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname