Friday, September 30, 2016

What is cataract?

KATARAK, apa itu?opo kui?what this?

 I
Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang jernih dan bening menjadi keruh.

Penyebab dari katarak adalah :
  1. kelainan bawaan
  2. proses penuaan
  3. penyakit umum seperti Diabet
  4. Penyulit obat
  5. Penyakit didalam mata seperti : Radang selaput hitam, glaukoma, ablasi retina, kelainan kacamata minus yang dalam, kecelakaan.
TANDA DAN GEJALA
Tanda yg terjadi pada penderita katarak sebagai berikut :
  • Penglihatan semakin kabur
  • Sukar membaca karna penglihatan tidak jelas
  • Kerap menukar cermin mata karena penglihatan tidak terang
  • Selaput putih pada anak mata
  • Merasa silau pada sinar matahari
PENCEGAHAN
Untuk saat ini belum ditemukan obat yang dapat mencegah katarak , beberapa penelitian sedang melakukan untuk memperlambat proses katarak.

PEMERIKSAAN
Ini yang biasanya dilakukan pada pemeriksaan di rumah sakit
  • Biasanya memakai alat tajam penglihatan, lampu celah, tekanan bola mata, dan pemeriksaan funduskopi.
  • Dapat dilakukan pemeriksaan tambahan dengan USG untuk mengetahui kelainan bola mata belakang.
  • Pemeriksaan retinometri dapat dilakukan untuk meramal tajam pasca bedah.
  • Bila sudah ditetapkan penderita dapat menjalani operasi maka dilakukan pemeriksaan tubuh
PERAWATAN SETELAH BEDAH
Ada beberapa tips yang saya berikan untuk pasien yang telah menjalani operasi katarak, antara lain ;
1. Yang boleh dilakukan setelah pembedahan
  • Memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan
  • Pakai penutup mata seperti yang dinasehatkan
  • Melakukan pekerjaan yang tidakberat
  • Bila memakai sepatu jangan membungkuk, tetapi angkat kaki ke atas.
2. Yang tidak boleh dilakukan setelah pembedahan
  • Jangan menggosok mata
  • Jangan membungkuk terlalu dalam
  • Jangan menggendong yang berat
  • Jangan membaca berlebihan dari biasanya
  • Jangan mengejang keras sewaktu BAB
  • Jangan berbaring kesisi mata yang baru dibedah
  • Jangan menggosok gigi pada minggu pertama dan coba mencuci mulut saja.
Penulis ; Akhdan_Ners

Thursday, September 29, 2016

Dengue Hemorhagic Fever (DHF), what this it?

Demam berdarah atau yang lebih kerennya lagi Dengue Hemorhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dengan gejala panas tinggi mendadak disertai tanda perdarahan dan cenderung menimbulkan syok, nyeri otot dan sendi serta dapat menyebabkam kematian apabila tidak mendapat penanganan yang tepat.
GEJALA DAN TANDA DEMAM BERDARAH
Gejala umum yang sering timbul antara lain :
  1. Panas tinggi dan mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari bisa disertai adanya tanda perdarahan,  contohnya bintik bintik kemerahan dibawah kulit, minisan, gusi berdarah bahkan bisa muntah dan berak darah.
  2. Keluhan pada saluran pencernaan seperti mual dan muntah.
  3. Nyeri uluhati
  4. Nyeri sendi, nyeri kepala, nyeri otot, rasa sakit di daerah belakang bola mata (red:retroorbita), pembesaran hati dan limpa.
  5. Kadang ditemui keluhan batuk pilek dan sakit menelan.
FAKTOR RESIKO
Faktor resiko atau kita sebut yang menyebabkan demam berdarah dikarenakan sbb:
  1. Faktor lingkungan yang beresiko menularkan virus dengue, lingkungan kumuh, banyak genangan air, dan kebersihan yang tidak terjaga.
  2. Faktor kekebalan tubuh manusia yang sedang menurun.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
  1. Pemeriksaan laboratorium darah
  2. Pemeriksaan Rontgen dada
  3. IgM/ igG dengue
DIET / MAKANAN
Diet disesuaikan dengan kondisi pasien, dapat diberikan diet makanan lunak sampai dengan diet makanan biasa.

SARAN PENULIS SETELAH RAWAT INAP
Ada beberapa saran yang sangat bermanfaat setelah rawat inap di Rumah sakit dengan dem berdarah.

1. Obat, 
konsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk perawatan dirumah harus diminum secara teratur sesuai dengan instruksi dokter.

2. Aktivitas / kegiatan, 
  • Istirahat beberapa hari untuk memulihkan tenaga.
  • Menghindari aktivitas yang terlalu berat
  • Aktivitas bertahap dari yang ringan dulu selama masa pemulihan.

PENCEGAHAN
Nah ini yang penting guys! Pencegahan menurut penulis dititikberatkan pada pemberantasan nyamuk dengan penyemprotan insektisida dan upaya membasmi jentik nyamuk yang dilakukan dengan 3M.
Gerakan 3M yaitu;
  • Menguras tempat - tempat penampungan air secara teratur sekurang - kurangnya sekali seminggu atau penaburan bubuk abate kedalamnya.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
Untuk pemberantasan nyamuk atau jentik sendiri bisa dilakukan dengan cara:
  1. Fogging (penyemprotan), kegiatan ini dilakukan bila hasil penyelidikan epidemiologis memenuhi kriteria.
  2. Abatisasi, semua tempat penampungan air dirumah dan bangunan yang ditemukan jentik aedes aegypti ditaburi bubuk abate dengan dosis 1 sendok makan peres (10gram) abate untuk 100 liter air.
Penulis : Akhdan_nurse

Wednesday, September 28, 2016

PANDUAN OBAT DI RUMAH

Kali ini kami akan menjelaskan beberapa panduan penggunaan dan penyimpanan obat setelah pasien pulang dari rawat inap di Rumah Sakit ataupun bisa digunakan apabila rekan-rekan mempunyai apotik kecil atau semacam p3k di rumah.
A. Nama obat
     Nama obat Generik, cirinya sebagai berikut ;
  • Menggunakan nama generik yang sama disemua negara.
  • Obat yang namanya sama dengan bahan zat aktif yang terkandung di dalamnya.
  • Tanpa promosi sehingga harga bisa lebih murah.
  • Contoh obat generik : paracetamol, amoksilin.
      Nama Obat Paten/ obat bermerk, cirinya sebagai berikut;
  • Obat dengan nama dagang yang dipatenkan.
  • Obat milik perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum.
  • Dibelakang nama paten ada tanda bulatan dengan huruf R didalamnya (R artinya registereted atau terdaftar)
  • Contoh obat paten : Bodrek.
B. Aturan Pemakaian
     1. Tepat dosis
  • Berapa kali sehari : 1x (artinya setiap 24 jam), 2x (artinya setiap 12jam), 3x (artinya setiap 8 jam, dan 4x (setiap 6jam sekali) dst.
  • Berapa jumlahnya untuk setiap kali minum baik itu 1 tablet, 2 tablet
      2. Tepat waktu
  • Diminum saat, sebelum atau sesudah makan.
  • Diminum pada pagi, siang atau malam.
      3. Lamanya minum
  • Secara terus menerus / seumur hidup
  • Dalam periode tertentu (sekian bulan, minggu atau hari), diminum terus sampai habis walaupun gejala sudah sembuh.
  • Diminum kalau perlu saja (jika sakit, jika demam atau jika lainnya)
C. Jumlah obat yang diberikan
     Pasien yang pulang setelah rawat inap pada umumnya diberikan obat untuk kebutuhan tertentu dengan maksud pada saat obat akan habis, maka pasien hendaknya kontrol ke dokter yang merawat sebelumnya.

D. Cara penyimpanan obat
  • Simpan ditempat sejuk dan kering, tidak terkena sinar matahari langsung, tetapi tidak semua obat disimpan dalam kulkas.
  • Jauhkan dari jangkauan anak - anak.
  • Disimpan dalam etiket yang benar sesuai dengan wadah aslinya.
  • Penyimpanan obat luar dipisah dengan obat dalam.
E. Tanda kerusakan obat
  • Obat dapat rusak karena pengaruh suhu, kelembaban, sinar matahari, waktu dan tempat.
  • Jangan digunakan bila terjadi perubahan warna, bau, bentuk.
  • Jangan digunakan bila tanggal kadaluarsa (expired date) terlampaui.
  • Jangan digunakan bila etiket tidak terbaca/ ragu-ragu.
F. Efek samping obat (ESO)
  • Tanyakan adanya kemungkinana ESO yang mungkin muncul
  • Bila ESO menggangu pasien, stop obat dan lapor ke dokter.
G. Saran dari penulis
  • Tidak menggunakan obat resep dokter dicampur dengan resep dokter lain atau dengan obat yang dibeli di toko obat.
  • Ada beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari bila sedang pengobatan.

Tuesday, September 27, 2016

Wasir / Ambein / hemoroid

Apa itu hemoroid?
Apa kue wasir?
Opo kui ambein?



Hemoroid bisa juga disebut wasir merupakan suatu varises pada vena daerah anus / rektum yang ada di internal (dalam) atau eksternal (luar).

PENYEBAB
Belum diketahui secara pasti, tetapi biasanya karena :
  • Hubungan dengan metabolisme esterogen
  • Merupakan komplikasi dari cerosis hepatis
GEJALA
  • Prolap anus luar dan dari dalam
  • Gangguan defekasi seiring dengan perdarahan
  • Reponibel : benjolan dapat kembali
  • Irreponibel : benjolan tidak dapat kembali
MENENTUKAN DIAGNOSIS
  • Pengkajian
  • Pemeriksaan Fisik
KOMPLIKASI
  • Perdarahan, terutama saat BAB
  • Infeksi
  • Incaserata (tidak bisa kembali)
PENGOBATAN
  • Konservatif (bila benjolan masih kecil dan dapat masuk kembali ke anus)
  • Pembedahan (henoroidectomy)

Comments System

Disqus Shortname