Friday, May 27, 2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. M DENGAN FRAKTUR TIBIA SINISTRA POST ORIF DI RUANG LAVENDER RSUD KARDINAH - TEGAL


PENGKAJIAN
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Hari/Tnggal/Jam           : Selasa/ 02 Januari 2013/Jam 
Oleh                            : Eko Puji Riyanto, AMK
Metode                       : Tanya Jawab ( Wawancara )
Sumber Informasi        : Klien, Keluarga, & RM
Tempoat Praktek        : Ruang Lavender RSUD Kardinah - Tegal

IDENTITAS DIRI KLIEN
Nama                          : An. M
Umur                           : 15 tahun
Alamat                         : Kaladawa – Talang
Pendidikan                   : SMA
Pekerjaan                     : Pelajar
Status Perkawinan        : - Belum Kawin -
Agama                         : Islam
Suku                            : Jawa
Tanggal masuk RS        : 28 Desember 2012 Jam 11.00 WIB

RIWAYAT PENYAKIT
1.      Keluhan Utama
Pasien kiriman dari poli bedah RSUD Kardinah post kecelakaan dengan fraktur sinistra
Klien mengatakan nyeri pada kaki kiri apabila digerakkan
P : post orif pd kaki kiri terasa nyeri
Q :nyeri seperti teriris
R : pd kaki kiri
S : skala nyeri 6
T : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

2.      Riwayat Penyakit Sekarang
Pada tanggal 23 Desember 2012 jam 14.00 Wib ( 6 hari yang lalu sebelum masuk RS) pasien kecelakaan dari motor di Talang, tidak mengalami pingsan, mual (-), muntah (-), pusing (-), dan kaki kiri terasa sakit dan nyeri sekali, kemudian dibawa ke pengobatan alternatif sebanyak 2 kali tetapi tidak kunjung sembuh sehingga pada tanggal 28 Desember 2012atas inisiatif keluarga di lakukan foto Rontgen di laboratorium klinik Tegal. Sesuai hasil foto Rontgen pasien di diagnosa fraktur tibia sinistra tertutup dan disarankan rujuk  ke RSUD Kardinah.
Pasien padahari jumat tanggal 28 Desember 2012 datang ke poli bedah RSUD Kardinah dalam keadaan lemas dan meringis menahan sakit. Di poli bedah RSUD Kardinah disarankan pasien untuk di program operasi ORIF, pada tanggal 2 Januari 2013 dilakukan operasi ORIF.

3.      RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Klien mengatakan belum pernah menderita sakit berat yang mengharuskan rawat inap di RS. Psaien belum pernah belum pernah sakit seperti Asma, DM, tipus ataupun jantung.

4.      Diagnosa medis pada saat masuk RS, pemeriksaan penunjang dan tindakan yang telah dilakukan.
Pasien kiriman dari poli bedah RSUD Kardinah pada tanggal 28 Desember 2012 dengan diagnosa medis : fraktur tibia sinistra tertutup
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan (tanggal 28 Desember 2012, jam 15.12)

a.       Pemeriksaan Laboratorium
  • Hematologi
Periksaan
Hasil
Satuan
Nilai Rujukan
CBC



Leukosit
7.8

4.8-10.8
Eritrosit
4.9

4.7-6.1
Hemoglobin
L 12.9

14.0-18.0
Hematrokit
L 39.7

42-52
MCV
804

76-96
MCH
L 26.1

27-31
MCHC
L 32.5

33.0-37.0
Trombosit
277

150-400

  • Golongan darah + Rhesus
Golongan darah                  : O
Rhesus                                : positif
Waktu pembekuan darah    : 5.00 menit ( N : 2-6 menit)
Waktu perdarahan              : 3.00 menit ( N : 1-3 menit) 
  • LED
LED 1 jam  : H 30 mm/jam  ( N : 0 – 15 )
LED 2 jam  : H 69 mm/jam  ( N : 0 – 25 )
  • Kimia Klinik
SGOT         : 25.0 u/l  ( N : ˂ 37 )
SGPT          : 11.0 u/l  ( N : ˂ 42 )
  • Sero Imunologi
HbsAg        : Negatif (N:Negatif)

b.      Hasil foto : Cruris: fraktur komplet os tibia sinistra tertutup

¨Pada tanggal 28 Desember 2012
Dx medis ; fraktur tibia sinistra tertutup
Therapi yang diberikan :
-          Inf RL 20 tpm
-          Inj. Ketorolak 2x30  gr
-          Inj. Tramadol 1amp/kolf
-          Inj. Ranitidin 2x1 amp

¨ Pada tanggal 29 Desember 2012
Dx medis : fraktur tibia sinistra tertutup
Therapi yang diberikan sama dengan tanggal 28 Desember 2012

¨ Pada tanggal 1 Januari 2013
Dx medis ; fraktur tibia sinistra tertutup
Therapi yang diberikan : sama dengan tanggal 31 Desember 2012 diprogram ORIF untuk tanggal 2 Januari 2013

¨ Pada tanggal 2 Januari 2013
Dx medis : fraktur tibia  sinistra tertutup post ORIF
Therapi yang diberikan post ORIF :
-          Infus RL 20-22 tpm
-          Inj cefozolin 3x1 gr
-          Inj ketorolak 20x30 gr
-          Inj tromadol 1 amp/kolf
-          Inj ranitidin 1x1 amp
planing : - RO cruris sinistra Ap/lat
   - Cek HB ppost op

¨ Pada tanggal 3 januari 2013
Dx medis : fraktur tibia sinistra tertutup post ORIF hari I
Hasil pemeriksaan  Lab tgl  3 januari  3013 Hb: 10.2
Therapi yang dibutuhkan : sama dengan tgl 2 januari 2013

¨ Pada tanggal 4 januari 2013
            Dx medis : fraktur tibia sinistra tertutup post ORIF hari II
Therapi yang diberikan : sama dengan tanggal 2 januari 2013 + rawat luka pagi untuk post ORIF dengan NaCl o,9 %

PENGKAJIAN SAAT INI
1.     Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pengetahuan tentang penyakit/perawatan klien mengatakan bahwa kalau dirinya menderita patah tulang di daerah kaki bawah dan perlu waktu lama untuk kesembuhannya.
Persepsi Klien : pasien ingin cepat sembuh dan  ingin tinggal dirumah seperti dahulu

2.      Pola nutrisi dan metabolik
Program di RS nasi biasa
Intake makanan selama sakit dirumah sakit biasa kurang lebih 2/3 porsi selalu habis dan makan rutin sebanyak 3x dalam sehari
Intake cairan terpasang infus RL 20 tp,minum air putih kira-kira 6 gelasbelimbing setiap hari
Output : klien mengatakan BAK dalam sehari sejumlah 2,5x botol sedang ; 1600 ml/hari (4-6 kali/hari)
Klien mengatakan BAB 1x/hari, 100 ml
IMT
Balance cairan
Ø  Input : makan 3x 50                : 150
Minum 6 x 200            : 1200
Infuse 1500                 : 1500
Metabolisme 5x50       : 250
Injeksi                         : 21
                                      3121

Ø  Output : BAB 1x 100             : 100
BAK                        : 1600
IWL 50x15              : 750
Cairan draine            :100
                                  2550
                        Jadi, + 571

3.      Pola Eliminasi
a.       BAB : Klien mengatakan pola BAB 1x sehari, selama di rumah sakit 1-2 hari sekali baru BAB
b.      BAK : Klien mengatakan selama di rawat di RS, BAK : ± 4-6x/hari, jernih. Jumlah ±1600 ml/hari

4.      Pola Aktivitas dan Latihan
Kemampuan perawatan diri
0
1
2
3
4
Makan/minum


Ö


Mandi

Ö



Toileting

Ö



Berpakaian


Ö


Mobiliisasi di tempat tidur


Ö


Berpindah



Ö

Ambulasi/ROM


Ö


Ket :
0 : Mandiri
1 : Dengan alat bantu
2 : Dengan bantuan orang laim
3 : Dengan alat bantu dan orang lain
4 : Tergantung total

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari klien banyak dibantu oleh orang tuanya, klien mengatakan kakinya setelah operasi untuk bergerak sedikit saja terasa sakit dan nyerinya tidak hilang-hilan, hal ini juga terlihat ketika dilakukan pengobatan digeser sedikit saja klien tampak meringis kesakitan
Oksigenasi : klien bernadas secara spontan tanpa bantuan

5.      Pola tidur dan istirahat
Selama sakitdirumah sakit tidak bisa tidur nyenyak (sulit tidur) sebentar-bentar terbangun karena terasa nyeri post ORIF di kaki yang datang dan pergi. Hal ini juga tampak ketika pengkajian klien tampak menahan kontruk, mata terlihat sayu dan sebentar-sebentar menguap.

6.      Pola persepsual
Penglihatan dan pendengaran masih baik (normal) masih bisa merasakan manis, pahit, asam dan merasakan sensasi panas nyeri

7.      Pola persepsi diri
Walaupun klien barumengalami patah tulang sekali ini klien mengatakan tidak begitu mencemaskan pasrah dengan pengobatan dan perawatan disini karena banyak dokter dan perawat yang selalu siap membantu

8.      Pola seksual dan reproduksi
Klien mengatakan masih mempunyai kedua orang tuanya dan 3 bersaudara

9.      Pola pesan dan hubungan
Sebagai anak ketiga dari keuarganya Tn.K , An.M merasa kalu orang tuanya menyayangi terlihat selalu menunggui dan hubungan dengan saudaranya juga baik. Hubungan dengan tim kesehatan juga baik, hal ini tampakbahwapasien selalu kooperatif ketika diajak komunikasi.

10.   Pola manajemen koping stress
Klien mengatakan bahwa menyadari penyakitnya dan berharap penyakitnya bisa sembuh dengan segera. Tidak ada perubahan besar dalam hidupnya hanya saja setelah sakit terkadang meras ajenuh karena terus di tempat tidur

11.  Sistem nilai dan kenyakinan
Klien mengatakan dirumah tidak begitu aktif dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian dan jarang menjalankan ibadah shalat 5 waktu, selama dirawat dirumah sakit belum melakukan ibadah


PEMERIKSAAN FISIK

Keluhan yang dirasakan saat ini, klien mengatakan nyeri pada kakinya dan bertambah sakitnya ketika sedang di lakukan pengobatan/digerakan. Untuk dilakukan pergerakan sedikit saja pasien mengeluh sakit dan nyeri
KU            : Lemah
Keadaan    : CM
Vital sign   :
TD     : 110/80 mmHg
N        : 92 x/menit
RR     :24x/menit\
S        :38,2°C

• Kepala                : tidak ada kelainan
   Mata                : baik, si -/-, konjungtiva -/-, oedema palpebra -/-
   Hidung            : bersiih normal, bentuk simetris, tidak ada polip
   Telinga            : tidak ada kelainan, serumen (-)
   Gigi & mulut   : bersih, stomatitis (-), lidah kotor (-)
• Leher                    : tidak ada pembesaran kelenjar, peningkatan JVP (-), kaku kuduk (-)



• Thorak    :
            I           : Bentuk simetris, tidak tampak penonjolan tulang iga, tampak tarikan dinding dada ke atas
            P          : Tak ada ketinggian geran, pengembangan dinding dada simetris
            P          : Sonor
            A          : Tidak ada whezing, suara nafas vesikuler

• Abdomen    :
            I           : bentuk datar, supel
            P          : 9x/menit (bising usus)
            P          : tympani
            A         : tidak ada nyeri tekan & lepas, asites (-)

• Inguinal  : tidak ada kelainan, DC (-)

• Ekstermitas         :
   Pada kaki kiri di daerah lutut kebawah terdapat balutan luka operasi orif di jahit sepanjang 30 cm, kondisi luka kering, keadaan kaki tampak ada oedem dan kaku karena jarang untuk latihan
Kekuatan otot    :
5b
5b
5b
1b


• Turgor kulit         : kurang elastis
         Kulit                   : lembab

• Genetalia            : tidak ada infeksi

Program therapi
-          Diit                  : diit TKTP
-          Cairan              : RL 20 tpm
-          Px penunjang : Lab, Ro Cruris
-          Pengobatan :
Ø  Infus RL 20-22 tpm
Ø  Inj. Cefozolin 3x1 gr
Ø  Inj. Ketorolak 2x30 gr
Ø  Inj. Tramadol 1 amp/kolf
Ø  Inj. Ranitidin 1x1 amp
Ø  Rawat luka pagi dengan NaCl 0,9 %

ANALISA DATA
No
Tanggal
Data Fokus
Problem
Etiologi
1.
3 Januari 2013
DS : pasien mengatakan nyeri pada kaki kiri, terutama saat digerakkan.
P : post orif pd kaki kiri terasa nyeri
Q :nyeri seperti teriris
R : pd kaki kiri
S : skala nyeri 6
T : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan
DO :
-          Pasiem tampak meringis menahan sakit saat kaki digerakkan untuk mobilitas
-          Tampak luka post op orif di daerah tibia kaki kiri
Nyeri Akut
Agen cidera fisik (plat)
2.
3 Januari 2013
DS : pasien menagatakan setelah operasi tidak bisa tidur nyenyak, sebentar-sebentar terbangun karena nyeri pada kaki yang habis operasi
DO :
-          Saat pengkajian pasien sering menguap dan mata pasien tampak sayu
-          Pasien sering mengeluh jika dirinya terganggu tidurnya.
Gangguan pola tidur
Nyeri (hospitalisasi)
3.
3 Januari 2013
DS : pasien mengatakan untuk bergerak sedikit saja kaki terasa sakit sekali jadi semua keperluannya di bantu oleh bapak/ibu
DO :
-          Pasien tampak kesakitan dan meringis menahan sakit saat kaki kiri digerakkan
-          Pasien tampak meminta bantuan kedua orang tuanya saat ADL
-          Pasien kesulitan saat disuruh menggeserkan badan serta kakinya.
Kerusakan mobilitas fisik
Terapi pembatasan gerak (nyeri)



DIAGNOSA KEPERAWATAN SESUAI PRIORITAS
1.      Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik (plat)
2.      Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan terapi pembatasan gerak (nyeri)
3.      Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri (hospitalisasi)

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No DX
Intervensi
Rasional
Tujuan / KH
Rencana
1.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. M selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri teratasi dengan KH :
-    Klien mengatakan nyeri berkurang
-    Klien tidak merintih menahan sakit
-    Ekspresi wajah berkurang
1.   Kaji intensitas, frekuensi dan skala nyeri pasien
2.   Kaji TTV secara berkala
3.   Pertahankan imobilitas bagian yang sakit dengan tirah baring
4.   Anjurkan pada klien untuk tidak menggunakan/meminimalkan gerak pada bagian yang sakit
5.   Kolaborasi dengan tim medis (dokter) dalam pemberian obat antibiotic dan analgetik
1.   Untuk mengetahui PQRST pasien
2.   Untuk mengetahui perkembangan klien dan mendeteksi infeksi dini
3.   Untuk menghilangkan nyeri dan mencegah kesalahan posisi tulang yang cidera
4.   Dengan meminimalkan gerak/tidak menggerakan bagian yang sakit dapat mengontrol nyeri
5.   Menjalankan fx independent perawat dan memepercepat kesembuhan
2.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. M selama 3 x 24 jam diharapkan kerusakan mobilitas fisik teratasi dengan KH :
-    Memeperlihatkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas
-    Melaporkan adanya peningkatan mobilitas
-    Menunjukkan teknik mampu melakukan aktivitas
-    Mmpertahankan posisi fungsional
1.   Kaji derajat mobilitas yang dihasilkan oleh cidera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap imobilisasi
2.   Pertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan
3.   Instruksikan klien/bantu dalam latihan rentang gerak pada ekstremitas yang sakit dan tak sakit
4.   Jelaskan pandangan dan keterbatasan dalam aktivitas
5.   Kolaborasi dengan ahli fisioterapi
1.   Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan diri/persepsi diri tentang keterbatasan fisik actual
2.   Nyeri dan spasme otot dikontrol oleh mobilisasi
3.   Untuk mempertahankan fx ekstremitas
4.   Untuk mengurangi resiko cidera
5.   Menjalankan fungsi independen
3.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An. M selama 3 x 24 jam diharapkan gangguan pola tidur teratasi dengan KH :
-       Klien mampu beristirahat/tidur dalam waktu yang cukup
-       Klien mengungkapkan sudah bisa tidur
-       Klien mampu menjelaskan factor penghambat tidur
1.   Kaji klien dan keluarga klien tentang penyebab tidur dan jelaskan kemungkinan cara untuk menghindari gangguan tidur
2.   Ciptakan suasana yng mendukung tenang dengan mengurangi kebisingan
3.   Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur
4.   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgesic
1.   Mengetahui penyebab gangguan tidur
2.   Untuk mendukung klien beristirahat
3.   Untuk mengetahui penyebaba klien tiak bisa tidur
4.   Untuk mengurangi nyeri


IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
No DX
Implementasi
Evaluasi
1.
03/01/2013 jam 07.30
Ø Mengkaji intensitas. Frekuensi. Dan skala nyeri pasien (skala 0-10)
Ø Mengkaji TTV secara berkala
Ø Mempertahankan mobilitas bagian yang sakit dengan tirah baring
Ø Menganjurkan pada klien untuk tidak menggerakan/meminimalkan gerak pada bagian yangsakit
TTD
03/01/2013 jam 08.00
Ø Kolaborasi dengan dokter dalam memberikan obat antibiotic (ranitidin 1 amp dan cefazolin 1 gram) dan analgesic (ketorolak 30 gram)
TTD
03/01/2013 jam 13.20
S : Pasien mengatakan masih nyeri pada kaki kiri, terutama saat digerakkan
P : post orif pd kaki kiri terasa nyeri
Q :nyeri seperti teriris
R : pd kaki kiri
S : skala nyeri 6
T : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

 O :
-          Pasien masih tampak meringis menahan sakit jika kaki digerakan
-          Tampak luka post op orif di daerah tibia kaki kiri
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi no, 1,2,3,4,5

TTD

2.
03/01/2013 jam 07.30
Ø Mengkaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cidera/pengobatan dan perhatikan persepsi klien terhadap imobilisasi
Ø Mempertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan
TTD
03/01/2013 jam 09.00
Ø Menginstruksikan klien/bantu dalam latihan rentang gerak pada ekstremitas yang sakit dan tak sakit
Ø Menjelaskan pandangan dan keterabatasan dalam aktivitas
Ø Kolaborasi dengan ahli fisioterapi (ROM aktif dan pasif)
TTD
03/01/2013 jam 13.20
S : pasien mengatakan untuk beergerak sedikit saja kaki masih terasa sakit, jadi semua keperluannya dibantu oleh bapak/ibu
O :
-          Pasien tampak meringis kesakitan saat kakinya digerakkan
-          Pasien Nampak meminta bantuan pada orang tuanya saat ADL
-          Pasien kesulitan saat disuruh menggeserkan kakinya
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi no 1, 2, 3, 4, 5

TTD



3.
03/01/2013 jam 07.30
Ø Mengkaji klien dan keluarga klien tentang penyebab tidur dan jelaskan kemungkinan cara untuk menghindari gangguan tidur
Ø Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
TTD

03/01/2013 jam 08.00
Ø Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat analgesik (Keterolak 30mg)
TTD
03/01/2013 jam 11.00
Ø Menciptakan suasana yang mendukung, tenang dengan mengurangi kebisingan
TTD

03/01/2013 jam 13.20
S : pasien mengatakan masih sulit tertidur karena menahan sakit (nyeri) di kakinya
O :
-          Pasien masih tampak menguap saat evaluasi
-          Pasien masih tampk mengeluh terhadap tidurnya
-          Mata klien tampak sayu
A : masalah belum tertatasi
P : Lanjutkan intervensi 1,  2, 3, 4

TTD
 

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KEDUA
No.Dx
Implementasi
Evaluasi
Paraf
1
Hari Kedua jam 07.10
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya,tapi apabila di gerakan masih merasa sakit.
 P   : post orif pada kaki kiri terasa nyeri
 Q  : nyeri seperti teriris
 R   : pada kaki kiri
 S   :
5
 T   :
nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : Pasien rawat inap hari ke delapan dengan fraktur tibia  sinistra post orif.
Ku:lemah
TD 120/80mmHg
S :37°C
N :93x/mnt
RR:22x/mnt
-          Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
-          Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri
A : nyeri akut (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5
Tambahan :
6.      Tinggikan dan dukung ekstermitas yang sakit
7.      Dorong menggunakan tehnik menejemen setres (nafas dalam)
8.      Atur posisi pasien senyaman mungkin,ajarkan tehnik rileksasi

I : jam 07.30
Ø Mengkaji intensitas. Frekuensi. Dan skala nyeri pasien (skala 0-10)
Ø Mengkaji TTV secara berkala
Ø Mempertahankan mobilitas bagian yang sakit dengan tirah baring
Ø Menganjurkan pada klien untuk tidak menggerakan/meminimalkan gerak pada bagian yangsakit
Ø Tinggikan dan dukung ekstermitas yang sakit
Ø Dorong menggunakan tehnik menejemen setres (nafas dalam)

Ø Atur posisi pasien senyaman mungkin,ajarkan tehnik rileksasi
Ttd
Jam 08.00
Ø Memberikan inj obat antibiotic (ranitidin 1 amp dan cefazolin 1 gram) dan analgesic (ketorolak 30 gram)
Ttd
Hari Kedua jam 13.30
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya hanya terasa nyeri saat kaki di gerakan
P : post orif pada kaki kiri terasa nyeri
Q : nyeri seperti teriris
R
: pada kaki kiri
S  :
5
T  : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : - Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
-    Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri
-    TTV :
TD ; 110/80 mmHg
S : 36,6°C
N : 94 x/mnt
RR : 22 x/mnt

A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6,7,8

Tambahan :
9.      Anjurkan pasien untuk menghindari stimulant (kopi, the dll)
TTD

2
Hari kedua jam 07.10
S : Pasien mengatakan untuk bergerak sedikit saja kaki masih terasa sakit,jadi semua keperlan di bantu bapak/ibu
O : rawat inap hari ke delapan dengan fraktur tibia  sinistra post orif.
Ku:lemah
-       Pasien Nampak meringis kesakitan saat kaki kiri di gerakan
-       Pasien Nampak meminta bantuan ibunya saat mau mengambil minum di meja
-       Pasien Nampak kesakitan saat di suruh menggeser kakinya
A : kerusakan mobilitas fisik (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5
Tambahan :
6.      Ubah posisi pasien secara priodik & dorong untuk latihan nafas dalam
I : jam 07.30
Ø Mengkaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cidera/pengobatan dan perhatikan persepsi klien terhadap imobilisasi
Ø Mempertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan
Ø Ubah posisi pasien secara priodik & dorong untuk latihan nafas dalam
TTD
Jam 09.00
Ø Menginstruksikan klien/bantu dalam latihan rentang gerak pada ekstremitas yang sakit dan tak sakit
Ø Menjelaskan pandangan dan keterabatasan dalam aktivitas
Ø Memberikan pasien latihan ROM aktif & ROM Pasif,  TTD
Hari Kedua jam 13.30
S : Pasien mengatakan untuk bergerak sedikit saja kaki masih terasa sakit,jadi semua keperluan yang menggerakan kaki di bantu bapak/ibu
O : Pasien Nampak meringis kesakitan saat kaki kiri di gerakan
-      Pasien Nampak meminta bantuan ibunya saat ADL
-      Pasien tidak mau saat di suruh menggerakan kakinya
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD



3
Hari kedua jam 07.10
S  :Pasien mengatakan sudah mula bisa tidur tapi masih sering terbangun karena menahan nyeri di kakinya
O : Pasien rawat inap hari ke delapan dengan fraktur tibia sinistra post orif,KU lemah
-       Pasien Nampak menguap saat pengkajian
-       Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-       Mata pasien Nampak sayu
A :Gangguan pola tidur (+)
 P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4
Tambahan :
5.   Dorong pasien untuk melakukan aktivitas di siang hari, jamin kepada keluarga untuk pasien berhenti akt beberapa jam sebelum tidur
6.    Ajarkan tehnik relaksasi
I : jam 07.30
Ø Mengkaji klien dan keluarga klien tentang penyebab tidur dan jelaskan kemungkinan cara untuk menghindari gangguan tidur
Ø Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
Ø Dorong pasien untuk melakukan aktivitas di siang hari, jamin kepada keluarga untuk pasien berhenti akt beberapa jam sebelum tidur
Ø  Ajarkan tehnik relaksasi
TTD
Jam 08.00
Ø Memberikan Inj Obat Analgesik (Inj Ketorolak 30mg )
TTD
Jam 11.00
Ø Menciptakan suasana yang mendukung, tenang dengan mengurangi kebisingan unt tidur siang.
TTD
Hari Kedua jam 13.30
S : Pasien mengatakan sudah mulai bisa tidur tapi masih sering terbangun jika terasa nyeri di kakinya
O : Pasien Nampak menguap saat evaluasi
-      Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-      Mata pasien masih nampak sayu
A : masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD



CATATAN PERKEMBANGAN HARI KETIGA
No.Dx
Implementasi
Evaluasi
Paraf
1
Hari ketiga Jam 07.10
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya,tapi apabila di gerakan masih merasa sakit.
   P   : post orif pada kaki kiri terasa
   Q  : nyeri seperti teriris
   R   : pada kaki kiri
S   : 4
T  : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : - Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
- Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri
A : nyeri akut (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6,7,8,9
Tambahan : -
I : 07.30
Ø Mengkaji intensitas. Frekuensi. Dan skala nyeri pasien (skala 0-10)
Ø Mengkaji TTV secara berkala
Ø Mempertahankan mobilitas bagian yang sakit dengan tirah baring
Ø Menganjurkan pada klien untuk tidak menggerakan/meminimalkan gerak pada bagian yangsakit
Ø Tinggikan dan dukung ekstermitas yang sakit
Ø Dorong menggunakan tehnik menejemen setres (nafas dalam)
Ø Atur posisi pasien senyaman mungkin,ajarkan tehnik rileksasi
Ø Menganjurkan pasien untuk menghindari stimulasi ( teh, kopi, dll)
TTD
Jam 08.00
Ø Memberikan inj obat antibiotic (ranitidin 1 amp dan cefazolin 1 gram) dan analgesic (ketorolak 30 gram)
Ttd
Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya hanya terasa nyeri saat kaki di gerakan
P   : post orif pada kaki kiri
Q : nyeri seperti teriris
R   :
pada kaki kiri
S   :
3
T   : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : - Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
-      Pasien tampak takut apabila kakinya di pegang
-      Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri

A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6,7,8,9

Tambahan : -
TTD

2
Hari ketiga Jam 07.10
S : Pasien mengatakan jika mau di geser kaki masih terasa sakit,jadi semua keperlan yang menggerakan kaki masih di bantu bapak/ibu

O : rawat inap hari ke sembilan dengan fraktur tibia  sinistra post orif.
Ku:lemah
-    Pasien Nampak meringis kesakitan saat kaki kiri di gerakan
-    Pasien Nampak meminta bantuan ibunya saat mau minum dan makan
-    Pasien Nampak kesakitan saat di suruh menggeser kakinya
A : kerusakan mobilitas fisik (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6
Tambahan : -
I : Jam 07.30
Ø Mengkaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cidera/pengobatan dan perhatikan persepsi klien terhadap imobilisasi
Ø Mempertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan
Ø Ubah posisi pasien secara priodik & dorong untuk latihan nafas
TTD
Jam 09.00
Ø Menginstruksikan klien/bantu dalam latihan rentang gerak pada ekstremitas yang sakit dan tak sakit
Ø Menjelaskan pandangan dan keterabatasan dalam aktivitas
Ø Memberikan pasien latihan ROM aktif & ROM Pasif
TTD






Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan harus bergeser sedikit demi sedikit apabila kakinya digerakan supaya mengurangi sakit,jadi sebagian keperluan masih di bantu orang tuanya

O :- pasien nmpak hati hati apabila menggeser kakinya
-    Pasien masih minta bantuan ibunya saat mau minum
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD

3
Hari ketiga Jam 07.10
S  :Pasien mengatakan sudah mula bisa tidur tapi masih sering terbangun apabila kaki tiba tiba bergeser yang akan mengakibatkan nyeri

O : Pasien rawat inap hari ke sembilan dengan fraktur tibia sinistra post orif,KU lemah
-       Pasien Nampak menguap saat pengkajian
-       Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-       Mata pasien Nampak sayu
A :Gangguan pola tidur (+)
 P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6
Tambahan : -
I : Jam 07.30
Ø Mengkaji klien dan keluarga klien tentang penyebab tidur dan jelaskan kemungkinan cara untuk menghindari gangguan tidur
Ø Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
Ø Dorong pasien untuk melakukan aktivitas di siang hari, jamin kepada keluarga untuk pasien berhenti akt beberapa jam sebelum tidur
Ø  Ajarkan tehnik relaksasi
TTD
Jam 08.00
Ø Memberikan Inj Obat Analgesik (Inj Ketorolak 30mg )
TTD
Jam 11.00
Ø Menciptakan suasana yang mendukung, tenang dengan mengurangi kebisingan unt tidur siang.
TTD
Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan sudah mula bisa tidur meskipun terasa nyeri di kakinya ketika tiba2 kaki tidak sengaja bergeser

O :- Pasien Nampak menguap tetapi frekuensinya mulai berkurang saat evaluasi
-      Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-      Mata pasien masih nampak sayu
A : masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD




CATATAN PERKEMBANGAN HARI KETIGA
No.Dx
Implementasi
Evaluasi
Paraf
1
Hari ketiga Jam 07.10
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya,tapi apabila di gerakan masih merasa sakit.
   P   : post orif pada kaki kiri terasa
   Q  : nyeri seperti teriris
   R   : pada kaki kiri
S   : 4
T  : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : - Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
- Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri
A : nyeri akut (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6,7,8,9
Tambahan : -
I : 07.30
Ø Mengkaji intensitas. Frekuensi. Dan skala nyeri pasien (skala 0-10)
Ø Mengkaji TTV secara berkala
Ø Mempertahankan mobilitas bagian yang sakit dengan tirah baring
Ø Menganjurkan pada klien untuk tidak menggerakan/meminimalkan gerak pada bagian yangsakit
Ø Tinggikan dan dukung ekstermitas yang sakit
Ø Dorong menggunakan tehnik menejemen setres (nafas dalam)
Ø Atur posisi pasien senyaman mungkin,ajarkan tehnik rileksasi
Ø Menganjurkan pasien untuk menghindari stimulasi ( teh, kopi, dll)
TTD
Jam 08.00
Ø Memberikan inj obat antibiotic (ranitidin 1 amp dan cefazolin 1 gram) dan analgesic (ketorolak 30 gram)
Ttd
Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan sudah berkurang nyerinya hanya terasa nyeri saat kaki di gerakan
P   : post orif pada kaki kiri
Q : nyeri seperti teriris
R   :
pada kaki kiri
S   :
3
T   : nyeri hilang timbul & bertambah saat di gerakan

O : - Pasien Nampak masih menahan sakit saat kaki kiri di gerakan
-      Pasien tampak takut apabila kakinya di pegang
-      Tampak luka post orif di daerah tibia kaki kiri

A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6,7,8,9

Tambahan : -
TTD

2
Hari ketiga Jam 07.10
S : Pasien mengatakan jika mau di geser kaki masih terasa sakit,jadi semua keperlan yang menggerakan kaki masih di bantu bapak/ibu

O : rawat inap hari ke sembilan dengan fraktur tibia  sinistra post orif.
Ku:lemah
-    Pasien Nampak meringis kesakitan saat kaki kiri di gerakan
-    Pasien Nampak meminta bantuan ibunya saat mau minum dan makan
-    Pasien Nampak kesakitan saat di suruh menggeser kakinya
A : kerusakan mobilitas fisik (+)
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6
Tambahan : -
I : Jam 07.30
Ø Mengkaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cidera/pengobatan dan perhatikan persepsi klien terhadap imobilisasi
Ø Mempertahankan tirah baring dalam posisi yang diprogramkan
Ø Ubah posisi pasien secara priodik & dorong untuk latihan nafas
TTD
Jam 09.00
Ø Menginstruksikan klien/bantu dalam latihan rentang gerak pada ekstremitas yang sakit dan tak sakit
Ø Menjelaskan pandangan dan keterabatasan dalam aktivitas
Ø Memberikan pasien latihan ROM aktif & ROM Pasif
TTD






Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan harus bergeser sedikit demi sedikit apabila kakinya digerakan supaya mengurangi sakit,jadi sebagian keperluan masih di bantu orang tuanya

O :- pasien nmpak hati hati apabila menggeser kakinya
-    Pasien masih minta bantuan ibunya saat mau minum
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD

3
Hari ketiga Jam 07.10
S  :Pasien mengatakan sudah mula bisa tidur tapi masih sering terbangun apabila kaki tiba tiba bergeser yang akan mengakibatkan nyeri

O : Pasien rawat inap hari ke sembilan dengan fraktur tibia sinistra post orif,KU lemah
-       Pasien Nampak menguap saat pengkajian
-       Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-       Mata pasien Nampak sayu
A :Gangguan pola tidur (+)
 P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6
Tambahan : -
I : Jam 07.30
Ø Mengkaji klien dan keluarga klien tentang penyebab tidur dan jelaskan kemungkinan cara untuk menghindari gangguan tidur
Ø Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
Ø Dorong pasien untuk melakukan aktivitas di siang hari, jamin kepada keluarga untuk pasien berhenti akt beberapa jam sebelum tidur
Ø  Ajarkan tehnik relaksasi
TTD
Jam 08.00
Ø Memberikan Inj Obat Analgesik (Inj Ketorolak 30mg )
TTD
Jam 11.00
Ø Menciptakan suasana yang mendukung, tenang dengan mengurangi kebisingan unt tidur siang.
TTD
Hari Ketiga Jam13.30
S : Pasien mengatakan sudah mula bisa tidur meskipun terasa nyeri di kakinya ketika tiba2 kaki tidak sengaja bergeser

O :- Pasien Nampak menguap tetapi frekuensinya mulai berkurang saat evaluasi
-      Pasien mulai berkurang mengeluh terhadap tidurnya
-      Mata pasien masih nampak sayu
A : masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4,5,6

Tambahan : -

TTD


No comments:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname