Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, tinja encer, dapat berwarna hijau atau dapat juga bercampur lendir atau darah.
Bagaimana bisa terjadi Diare?
Sedikit saya akan jelaskan penyebab diare antara lain ;
- Radang pada usus karena infeksi baik bakteri, virus atau yang lainnya.
- Makan makanan basi, pedas, tidak bersih dan tidak matang.
- Alergi obat dan makanan tertentu.
- Penyakit infeksi sistemik atau diluar usus (seperti campak, batuk, pilek dsb)
- Stress dan gangguan emosi.
Setelah kita tahu akan penyebabnya, apa sih yang dapat mencegah Diare itu?
- Makanan dan minuman harus dimasak terlebih dahulu.
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.
- Tidak makan makanan yang telah tercemar.
- Jaga kebersihan badan dan lingkungan.
- Buang air besar di WC leher angsa.
Ketika kita mengalami atau menjumpai kasus Diare ada beberapa cara untuk mengatasinya atau penolongan pertamanya.
- Beri larutan oralit tiap kali berak atau dengan larutan gula garam (LGG), larutan LGG adalah cairan yang berisi campuran air matang dengan gula garam yang diminumkan pada penderita yang mengalami kekurangan cairan dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
- Pada bayi dan anak, ASI tetap diberikan ditambah dengan makanan lunak dan banyak mengandung air.
Nah ini yang terpenting, apabila menemui kasus Diare kemudian ada hal hal yang ada dibawah ini maka harus cepat dibawa ke Rumah Sakit terdekat, antara lain :
- Diare yang sering dan banyak sehingga tidak dapat mengimbangi cairan yang keluar lewat tinja.
- Diare yang bercampur dengan darah atau lendir.
- Lemah tidak mau makan dan terdapat tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan cairan.
- Diare yang sudah lebih dari 2 hari.
- Diare yang disertai demam.
Untuk mengenali tanda-tanda Dehidrasi bisa dilihat dari :
- Rasa haus yang terus menerus.
- Kulit, bibir dan lidah kering.
- Mata tampak cekung dan bila menangis tidak keluar air mata.
- Lemah dan hilang nafsu makan.
- Berat badan mengalami penurunan.
- Suara lemah dan sulit bernafas.
- Kulit dingin, nadi lemah dan cepat.
- Jumlah air kencing yang berkurang.
- Tanda tanda penurunan kesadaran atau disertai dengan kejang.
Penulis : Akhdan_Ners
No comments:
Post a Comment