Tuesday, December 27, 2016

ASMA

Penanganan Asma

Pengertian Asma
Asma adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya respon yang berlebihan terhadap berbagai macam rangsangan yang mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang tersebar luas diseluruh paru dan derajatnya dapat berubah secara spontan atau setelah mendapat pengobatan. (T. Daniel, 1991).

Status asmatikus adalah serangan asma berat yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan konvensional dan merupakan keadaan darurat medik, bila tidak diatasi dengan cepat maka akan terjadi kegagalan pernafasan.

Penyebab
1. Faktor intrinsik (dalam tubuh) :
  • Udara dingin
  • Zat kimia (ozon, eter, nitrogen)
  • Perubahan musim dan cuaca
  • Aktifitas fisik berlebihan
  • Ketegangan mental
2. Faktor Ekstriksik (Luar tubuh) :
  • Tepung sati 
  • Debu
  • Bulu binatang
  • Telur, ikan
  • Obat - obatan
Tanda & Gejala 
Stadium awal : 
  • Batuk berkala dan batuk kering
  • Stadium ini terjadi karena iritasi mukosa yang kental dan mengumpul
  • Terjadi pembengkakan mukosa
Stadium kedua :
  • Batuk disertai mukus yang jernih dan berbusa
  • Sesak nafas
  • Bunyi mengi (whezzing)
  • Gelisah, pucat, bibir dan ekstremitas biru
Stadium ketiga :
  • Semua gejala stadium dua ditambah suara nafas tidak terdengar, tidak ada batuk, pernafasan dangkal dan tidak teratur, irama pernafasan tinggi.
Penanganan
1. Pencegahan 
    Menghindari faktor pencetus/ penyebab
2. Pengobatan 
  • Agonis beta : Metaproteronol (alupent, metrapel)
  • Metil Xantin : Aminophilin dan teopilin
  • Korticosteroid : beclometasone dipropinate
  • Kromolin : pencegahan asma, khususnya untuk anak-anak
  • Ketotifen
  • Iprutropioum bromide (atroven)
Pengobatan selama status asmatikus
  • Infus RL : D5 = 3 : 1 tiap 24 jam
  • Pemberian oksigen 4 lpm
  • Aminophilin bolus 5 mg/kgBB diberikan secara pelan-pelan selama 20 menit dilanjutkan dengan drip D5% 20 tetes/menit dengan dosis 20mg/kgBB/24jam
  • Terbutalin 0,25 mg/6jam secara SC
  • Dexamethason 10-20mg/6 jam IV
  • Antibiotika spektuk luas.

Penulis : Akhdan_Ners

HALUSINASI

LAPORAN PENDAHULUAN
HALUSINASI

A.    Masalah Utama:
      Perubahan sensori perseptual: halusinasi.

B.     Proses Terjadinya Masalah
Halusinasi merupakan salah satu respons neurobiologik (orientasi realitas) yang maladaptif. Halusinasi adalah persepsi klien terhadaplingkungan tanpa stimulus yang nyata, artinya klienmenginterpretasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus/rangsangan dari luar(eksternal). Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan di mana terjadi pada saat ke­sadaran individu itu penuh / baik. Individu yang mengalami halusinasi seringkali beranggapan sumber atau penyebab halusinasi itu berasal dari lingkungannya, padahal rangsangan primer dari halusinasi adalah kebutuhan perlindungan diri secara psikologik terhadap kejadian traumatik sehubungan dengan rasa bersalah, rasa sepi, marah, rasa takut ditinggalkan oleh orang yang dicintai, tidak dapat mengendalikan dorongan ego, pikiran dan perasaannya sendiri. 
Secara umum dapat dikatakan segala sesuatu yang mengancam harga diri (self esteem) dan keutuhan keluarga dapat merupakan penyebab terjadinya halusinasi. Ancaman terhadap harga diri dan keutuhan keluarga meningkatkan kecemasan. Gejala dengan meningkatnya ke­cemasan, kemampuan untuk memisahkan dan mengatur persepsi, mengenal perbedaan antara apa yang dipikirkan dengan perasaan sendiri menurun, sehingga segala sesuatu diartikan berbeda dan proses rasionalisasi tidak efektif lagi. Hal ini mengakibatkan lebih sukar lagi membedakan mana rangsangan yang berasal dari pikirannya sendiri dan mana yang dari lingkungannya.
Pasien dengan halusinasi cenderung menarik diri, sering didapatkan duduk terpaku dengan pandangan mata pada satu arah tertentu, tersenyum atau berbicara sendiri, secara tiba‑tiba marah atau menyerang orang lain, gelisah, melakukan gerakan seperti sedang me­nikmati sesuatu. Juga keterangan dari pasien sendiri tentang halusinasi yang dialaminya (apa yang dilihat, didengar atau dirasakan).

 C.    Pohon Masalah
             Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan >>> Perubahan persepsi sensori: halusinasi                   >>> Isolasi sosial: menarik diri


 
D.    Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji
      Perubahan sensori perseptual: halusinasi
a).    Data Subyektif :
§  mendengar suara bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata
§  melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata
§  mencium bau tanpa stimulus
§  merasa makan sesuatu
§  merasa ada sesuatu pada kulitnya
§  takut pada suara / bunyi / gambaran yang didengar
§  ingin memukut / melempar barang – barang

b).    Data Obyektif :
§  berbicara dan tertawa sendirl
§  bersikap seperti mendengar / melihat sesuatu
§  berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu
§  disorientasi

E.     Diagnosa Keperawatan
a.       Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi.
b.      Perubahan sensori perseptual: halusinasi berhubungan dengan menarik diri.

F.     Rencana Tindakan
1. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi
a.       Tujuan Umum:
Klien tidak mencederai diri, orang lain dan lingkungan.

b.      Tujuan Khusus:
1).    Membina hubungan saling percaya
Tindakan:
1. 1. Salam terapeutik ‑ perkenalkan diri ‑ jelaskan tujuan ‑ ciptakan lingkungan yang tenang ‑ buat kontrak yang jelas (waktu, tempat, topik)
1.2. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan
1.3. Empati
1.4. Ajak membicarakan hal ‑ hal nyata yang ada di lingkungan
2.      Klien dapat mengenal halusinasinya
Tindakan:
2. 1. Kontak sering dan singkat
2.2. Observasi tingkah laku yang terkait dengan halusinasi  (verbal dan non verbal)
2.3. Bantu mengenal halusinasinya dengan menanyakan apakah ada suara yang didengar ‑ apa yang dikatakan oleh suara itu Katakan bahwa perawat percaya klien mendengar suara itu, tetapi perawat tidak mendengamya. Katakan bahwa perawat akan membantu.
2.4. Diskusi tentang situasi yang menimbulkan halusinasi, waktu, frekuensi teriadinya halusinasi serta apa yang dirasakan jika teriadi halusinasi
2.5. Dorong untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi. muncul
3.      Klien dapat mengontrol halusinasinya
Tindakan:
3. 1. Identifikasi bersama tentang cara tindakan j ika teriadi halusinasi
3.2. Diskusikan manfaat cara yang digunakan klien dan cara baru untuk mengontrol halusinasinya
3.3. Bantu memilih dan melatih cara memutus halusinasi: bicara dengan orang lain bila muncul halusinasi, melakukan kegiatan, mengatakan pada suara tersebut " saya tidak mau dengar!"
3.4. Tanyakan hasil upaya yang telah dipilih / dilakukan
3.5. Beri kesempatan melakukan cara yang telah dipilih dan beri pujian jika berhasil

4.      Klien dapat dukungan dari keluarga
  Tindakan:
4.1. Beri pendidikan kesehatan pada pertemuan keluarga tentang gejala, cara memutus halusinasi, cara merawat, informasi waktu follow up atau kapan perlu mendapat bantuan
4.2. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga
5.      Klien dapat menggunakan obat dengan benar
Tindakan:
5. 1. Diskusikan tentang dosis, nama, frekuensi, efek dan efek samping minum obat
5.2. Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama, pasien, obat, dosis, cara dan waktu)
5.3. Anjurkan membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan
5.4. Beri reinforcement positif bila klien mintun obat yang benar

2. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan halusinasi
a.       Tujuan Umum:
Klien tidak terjadi perubahan sensori persepsi : halusianasi
b.      Tujuan Khusus:
1.      Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan:
1. 1. Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, memperkenalkan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang ‑ buat kontrak yang jelas (waktu, tempat, topik)
1.2. Beri perhatian dan penghargaan : temani klien walau tidak menjawab
                 1.3. Dengarkan dengan empati : beri kesempatan bicara, jangan terburu-buru, tunjukkan                             bahwa perawat mengikuti pembicaraan klien
2.      Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
Tindakan:
2. 1. Bicarakan penyebab tidak mau bergaul dengan orang lain
2.2. Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri
3.      Klien dapat mengontrol halusinasinya
Tindakan:
3. 1. Identifikasi bersama tentang cara tindakan j ika teriadi halusinasi
3.2. Diskusikan manfaat cara yang digunakan klien dan cara baru untuk mengontrol halusinasinya
3.3. Bantu memilih dan melatih cara memutus halusinasi: bicara dengan orang lain bila muncul halusinasi, melakukan kegiatan, mengatakan pada suara tersebut " saya tidak mau dengar!"
3.4. Tanyakan hasil upaya yang telah dipilih / dilakukan
3.5. Beri kesempatan melakukan cara yang telah dipilih dan beri pujian jika berhasil
4.      Klien dapat dukungan dari keluarga
  Tindakan:
4.1. Beri pendidikan kesehatan pada pertemuan keluarga tentang gejala, cara memutus halusinasi, cara merawat, informasi waktu follow up atau kapan perlu mendapat bantuan
4.2. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga
5.      Klien dapat menggunakan obat dengan benar
Tindakan:
5. 1. Diskusikan tentang dosis, nama, frekuensi, efek dan efek samping minum obat
5.2. Bantu menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama, pasien, obat, dosis, cara dan waktu)
5.3. Anjurkan membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan
5.4. Beri reinforcement positif bila klien mintun obat yang benar


  
DAFTAR PUSTAKA


Townsend MC. 1995. Nursing Diagnosis in Psychatric Nursing; A Pocket Guide For Care Plan Construction.  Alih Bahasa: Novi Helena CD. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri; Pedoman Untuk Pembuatan Rencana Perawatan. Jakarta: EGC
Stuart G.W & Sundeen S.J . 1995. Pocket Guide To Psychiatric Nursing. Alih Bahasa Achir Yani. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC


 
Stuart G.W & Sundeen S.J .1995. Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Lois: Mosby Year Book
Kaplan & Sadock. 1993. Pocket Handbook of Clinical Psychiatry. Alih Bahasa: Willie Japaris.1994. Buku Saku Psikiatri Klinik. Jakarta: Bina Rupa Aksara
Kaplan & Sadock. 1996. Synopsis of  Psychiatry. Alih Bahasa : Wijaya Kusuma. 1997. Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Bina Rupa Aksara
Carpenito, Lynda Jual. (1998). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC, Jakarta.
Stuart dan Sundeen. (1995). Buku Saku Diagnosa Keperawatan Jiwa. Edisi 3. EGC. Jakarta.
Keliat, Budi Anna. (1998). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. EGC. Jakarta.



Penulis : Akhdan_ners

Monday, December 26, 2016

MENARIK DIRI

LAPORAN  PENDAHULUAN
MENARIK DIRI


A.    Masalah Utama
Isolasi sosial: menarik diri.

B.     Pengertian
      Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain.

C.    Proses Terjadinya Masalah
Menarik diri dipengaruhi oleh faktor perkembangan dan sosial budaya. Faktor perkembangan yang terjadi adalah kegagalan individu sehingga terjadi tidak percaya pada orang lain, ragu, takut salah, pesimis putus asa terhadap hubungan dengan orang lain dan gangguan konsep diri, dimana klien merasa dirinya tak berharga.
 Menarik diri bisa juga disebabkan oleh; perceraian, putus hubungan, peran keluarga yang tidak jelas, orang tua pecandu alkohol dan penganiayaan anak.
 Resiko dari perilaku menarik diri adalah terjadinya perubahan sensori persepsi (halusinasi). Manifestasi klinik pada klien dengan menarik diri adalah apatis, ekpresi sedih, afek tumpul, menyendiri, banyak diam diri di kamar, menunduk, menolak hubungan dengan orang lain, perawatan diri kurang posisi tidur seperti janin (menekur).

D.    Pohon masalah
      Gangguan konsep diri: harga diri rendah >>> Isolasi sosial: menarik diri >>>Resiko perubahan           persepsi sensori: halusinasi 

E.     Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji
1.      Masalah keperawatan:
a.       Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi…
b.      Isolasi sosial: menarik diri
c.       Gangguan konsep diri: harga diri rendah

2.      Data yang perlu dikaji
a.      Data obyektif:       
Apatis, ekpresi sedih, afek tumpul, menyendiri, berdiam diri dikamar, banyak diam.
b.      Data subyektif:     
Sukar didapat jika klien menolak komunikasi, kadang hanya dijawab dengan singkat, ya atau tidak.

F.     Diagnosa Keperawatan
1.      Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.
2.      Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi …. berhubungan dengan menarik diri.

G.    Rencana tindakan.
a.       Tujuan umum:
Tidak terjadi perubahan persepsi sensori : halusinasi
b.      Tujuan khusus:
1.    Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan:
1.1.Bina hubungan saling percaya: salam terapeutik, memperkenalkan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kesepakatan / janji dengan jelas tentang topik, tempat, waktu.
1.2.Beri perhatian dan penghargaan: temani klien walau tidak menjawab
1.3.Dengarkan dengan empati : beri kesempatan bicara, jangan terburu‑buru, tunjukkan bahwa perawat mengikuti pembicaraan klien.

2.    Klien dapat menyebut penyebab menarik diri
Tindakan:
2.1.Bicarakan penyebab tidak mau bergaul dengan orang lain.
2.2.Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri.

3.    Klien dapat menyebutkan keuntungan hubungan dengan orang lain
                 Tindakan:
3.1.Diskusikan keuntungan bergaul dengan orang lain.
3.2.Bantu mengidentifikasikan kernampuan yang dimiliki untuk bergaul.

4.  Klien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap: klien‑perawat, klien‑perawat‑klien lain, perawat-klien‑kelompok, klien‑keluarga.
Tindakan:
4.1.Lakukan interaksi sering dan singkat dengan klien jika mungkin perawat yang sama.
4.2.Motivasi temani klien untuk berkenalan dengan orang lain
4.3.Tingkatkan interaksi secara bertahap
4.4.Libatkan dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi
4.5.Bantu melaksanakan aktivitas setiap hari dengan interaksi
4.6.Fasilitasi hubungan kilen dengan keluarga secara terapeutik

5.    Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain
                 Tindakan:
5.1.Diskusi dengan klien setiap selesai interaksi / kegiatan
5.2.Beri pujian atas keberhasilan klien

6.    Klien mendapat dukungan keluarga
Tindakan:
6.1.Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan keluarga
6.2.Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.


Penulis : Akhdan_Ners 

Sunday, December 25, 2016

Setia Dalam Iman



   Islam sesungguhnya memiliki banyak kaum wanita yang patut dijadikan teladan. Wanita - wanita ini merupakan tokoh-tokoh yang menorehkan sejarah tanpa sedikit pun meninggalkan kodrat mereka sebagai wanita. Bahkan mereka berhasil meraih kemuliaan lantaran kesetiaan mereka berpegang pada kaidah-kaidah syariat.
    Satu di antara sekian banyak wanita yang patut dicontoh kaum muslimah adalah Zainab. Ia adalah putri pertama Rasul SAW bersama istri beliau, Khatidjah binti Khuwailid. Zainab lahir sebelum ayahnya diangkat menjadi Nabi. Tumbuh dalam keluarga nabawiy menjadikan dirinya wanita berbudi pekerti luhur. Ia bercermin secara langsung kepada cara hidup kedua orang tuanya yang merupakan panutan terbaik diseluruh alam semesta.
    Tatkala menginjak dewasa, Zainab dikenal sebagai wanita yang memiliki sifat-sifat yang hampir sempurna. Banyak lelaki yang tertarik untuk melamarnya, tak terkecuali Abul Ash bin Rabi, seorang pemuda terkemuka di Mekah yang tak lain adalah putra bibinya. Nasab Abdul Ash bertemu dengan Baginda Nabi SAW lewat ayahnya. Adapun dari jalur ibu, nasab Abul Ash bersambung dengan Khadijah Ummul Mukminin pada sosok Khuwailid.
    Abl Ash mengenal betul kepribadian Zainab karena dirinya sering berkunjung kerumah bibinya, Khadijah. Begitu pula kedua orang tua Zainab. Mereka telah mengetahui perangai bagus Abul Ash. Karena itulah maka di antara lamaran sejumlah lelaki, akhirnya Baginda Rasul SAW menjatuhkan pilihan kepada keponakan istri beliau. Maka menikahlah kedua insan mulia itu di bawah tuntunan Baginda Nabi SAW. Meski masih berusia muda, Zainab ternyata mempunyai sikap yang matang dan mampu mengatur rumah tangga dengan baik. Abul Ash merasakan ketentraman hidup bersama istrinya.
    Pada suatu ketika, tatkala Abul Ash sedang melakukan perjalanan jauh untuk berniaga, terjadilah peristiwa teragung dalam sejarah kehidupan manusia. Ayahanda Zainab diangkat Allah SWT menjadi rasul. Zainab menyambut seruan dakwah abahnya dan memilih Islam sebagai pegangan hidup. Ia menceritakan segala sesuatu yang terjadi kepada Abul Ash sekembalinya dari perniagaan. Zainab menduga suaminya bakal mengikuti pilihannya. Tetapi nyaanya ketika itu Abul Ash diam saja dan tak menunjukan reaksi apa pun.
    Dengan berbagai cara Zainab mencoba membujuk suaminya agar mengikuti petunjuk Baginda Rasul SAW. Namun ia masih saja bersikap dingin dan berkata, "Bukannya aku tidak percaya kepada ayahmu. Hanya saja aku tidak ingin menjadi bahan omongan orang-orang sekitar bahwa diriku telah menghina kaumku dan mengkafirkan agama nenek moyangku dengan istriku". Zainab tentu saja kecewa dengan jawaban suaminya. Suasana rumah tangga menjadi tak menentu. Hatinya kiat gelisah tatkala ditinggal ayahandanya berhijrah ke madinah.
    Sewaktu perang Badar meletus, Abul Ash turut andil dalam barusan kaum kafir Quraisy. Ia tertawan diakhir pertempuran yang dimenangi kaum muslimin. Pada saat dihadapkan kepada Baginda Rasul SAW, beliau berpesan, "Perlakukanlah tawanan ini dengan baik!"Zainab segera mengutus seorang kepada Baginda Rasul SAW guna menebus suami tercintanya dengan sejumlah harta. Di dalam harta itu terdapat kalung Zainab pemberian ibunya Khadijah binti Khuwailidi dihari pernikahannya.
    Tiada hentinya Baginda Rasul SAW memandangi kalung kiriman putrinya itu. Angan beliau hanyut terbawa kenangan indah bersama Khadijah yang terlebih dahulu meninggalkan alam dunia. Suasana haru itu juga dirasakan para sahabat disekeliling beliau. "Apabila kalian menilai ada kebaikan dalam membebaskan tawanan yang satu ini dan mengembalikan hartanya, maka lakukanlah !" Ujar beliau lirih kepada para sahabat. "Baiklah wahai Rasulullah," jawab mereka. Mereka pun kemudian melepaskan Abul Ash. Namun sebelum itu Baginda Rasul SAW mengambil janji dengan Abul Ash agar ia sudi membiarkan Zainab kembali kepada beliau karena Islam telah memisahkan ikatan mereka berdua.
    Kembalilah Abul Ash ke Mekkah dengan langkah yang gontai dan wajah yang menyiratkan rasa sedih. Sementara itu Zainab menyambutnya dengan riang gembira. "Aku datang untuk berpisah wahai Zainab," gumam Abul Ash dengan kepala tertunduk. Mendengar ini berubahlah mimik wajah Zainab seketika itu. Tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. "Hendak kemana engkau wahai suamiku tercinta?ada keperluan apa?" Tanyanya mendesak. "Bukan aku yang pergi Zainab, tetapi kamu!" Jawab Abul Ash dengan tatapan yang tajam. "Ayahmu telah memintaku untuk mengembalikan dirimu karena Islam telah memisahkan hubungan kita. Aku telah berjanji untuk mengembalikan dirimu dan tidak mungkin bagiku mengingkari janji."
    Mereka berdua pun akhirnya berpisah. Berlalulah masa-masa indah kehidupan rumah tangga mereka yang terjalin selama enam tahun. Zainab kini berada dibawah naungan abahnya di Madinah, meski ia tak pernah bisa melupakan suaminya. Ia senantiasa berdoa agar Allah SWT melapangkan dada Abul Ash dan memperoleh hidayah.

BERLINDUNG
    Pada suatu hari dibulan Jumadil Ula tahun 6 hijriyah, tiba-tiba Abul Ash mengetuk rumah Zainab. Ketika Zainab membuka pintu, kedua matanya terbelalak seolah tak percaya bahwa Abul Ash berada dihadapannya. Ia ingin mendekati mantan suaminya itu, akan tetapi ia segera menahan diri karena teringat norma yang diajarkan ayahnya. "Aku datang bukan untuk menyerah wahai Zainab," kata Abul Ash. "Aku dalam perjalanan berdagang ketika tiba-tiba pasukan ayahmu yang berjumlah 170 tentara dibawah komando Zaid bin Haritsah menghadangku. Mereka mengambil barang-brangku sementara aku lari menyelamatkan diri. Sekarang aku minta perlindungan kepadamu". Mendengar ini Zainab pun merasa iba. "Baiklah putra bibi, ayah Ali dan Umamah," jawabnya dengan nada prihatin.
    Tatkala kaum muslimin baru saja selesai melaksanakan sholat subuh, Zainab berteriak dari dalam kamar, "wahai manusia, sesungguhnya aku melindungi Abul Ash bin Rabbi!" Baginda Rasul SAW yang saat itu sedang menjadi imam, keluar dari mihrab masjid sembari berkata, "apakah kalian mendengar apa yang aku dengar?" Para sahabat serempak menjawab, "Ya!" Baginda SAW kemudian bersabda, "Demi Zat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya aku tak mengetahui hal ini sedikitpun sampai aku baru saja mendengar seruan tadi. Orang-orang yang beriman adalah ringan tangan bagi orang lain sehingga mereka berhak memberikan perlindungan kepada orang dekatnya, dan sungguh kita telah melindungi orang yang dilindungi Zainab".
    Beliau kemudian memasuki kamar Zainab dan bersabda,"Muliakanlah tempatnya dan jangan sampai ia berbuat bebas terhadapmu, karena kamu sudah tidak halal baginya."Zainab mematuhi perkataan ayahnya. Ia kemudian mengajukan permohonan agar harta benda Abul Ash segera dikembalikan. Permohonan itu pun dikabulkan oleh Baginda Rasul SAW. Beliau mengabulkan permintaan putrinya bukan semata karena ia orang yang beliau kasihi, namun beliau melihat ada sebuah hikmah besar dibalik keputusan inu. Ternyata, harta benda itu bukanlah milik Abul Ash secara keseluruhan. Sebagian adalah barang titipan sejumlah pembesar kaum Quraisy. Setelah menerima kembali harta bendanya, Abul Ash bergegas kembali ke Mekah dan mengembalikan harta benda itu kepada para pemiliknya. Setelah itu, dihadapan para tokoh Quraisy ia mengikrarkan diri masuk islam. Keislamannya Abul Ash itu tentu saja menbuat penduduk Mekah geram.
    Tak lama setelah peristiwa itu Abul Ash memacu kudanya ke arah Madinah guna menyusul istri tercintanya Zainab. Dikota itu ia disambut penuh suka cita oleh para sahabat. Baginda Rasul SAW menerima Abul Ash dengan tangan terbuka dan mengembalikan putri beliau kepelukannya.
    Sungguh tak terkira rasa bahagia yang dirasakan Zainab tatkala suaminya kembali kepadanya dalam keadaan beriman. Doa yang ia rajut setiap saat kini telah dikabulkan Allah. Bersama kedua anaknyaia merasakan kembali kehangatan rumah tangga yang utuh. Tetapu sayang, kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar saja. Setahun seusai kembalinya sang suami, Zainab meninggal dunia akibat luka bekas keguguran diwaktu hijrah. Abul Ash tak kuasa menahan rasa sedih ditinggal istrinya dan kisah cinta mereka yang penuh drama. Dalam suasana baru itu Baginda Rasul SAW datang untuk mengucapkan salam perpisahan kepada putrinya. "Basuhlah ia dengan bilangan ganjil, tiga atau lima kali, dan yang terakhir disertai kapir barus atau sejenisnya. Bila kalian selesai memandikannya, ingatkan aku!" Sabda beliau kepada para wanita. Ketika  mereka selesai memandikannya, beliau memberikan kain penutup. "Kenakanlah ini kepadanya!"pinta beliau. Dengan ini, maka tertutuplah sudah kisah hidup wanita yang penuh kemuliaan itu.

Abirama_CN*

FRAKTUR

FRAKTUR

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya.


Penyebab :
  • Penyebab cedera, benturan dan penyakit tulang.
Akibat :
  • Hilangnya sebagian atau seluruh fungsi gerak
  • Perdarahan
  • Infeksi
Tanda & gejala :
  • Nyeri terus menerus
  • Deformitas
  • Pemendekan tulang
  • Krepitasi
  • Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit
Laboratorium :
      Biasanya yg sering di cek Hemoglobin

Menentukan diagnosa : 
      Dalam menentukan diagnosa kasus ini termasuk fraktur apa tidak dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi x-ray atau CT-Scan.

Pengobatan :
  • Reduksi 
  • Imobilisasi
  • Pengembalian fungsi dan kekuatan dengan rehabilitasi.


Penulis : Akhdan_Ners

Saturday, December 24, 2016

SIMBOK

S I M B O K



"Mbok,  kita kan sekarang cuma tinggal berdua, kenapa simbok tetap masak segitu banyak? Dulu waktu kita masih komplet berenam aja simbok masaknya selalu lebih. Mbok yao dikurangi, mbook...ben ngiriit.." kataku dg mulut penuh makanan masakan simbokku siang ini: nasi liwet anget, sambel trasi beraroma jeruk purut, tempe garit bumbu bawang uyah, sepotong ikan asin bakar,  dan jangan asem jowo. Menu surga bagiku.

Sambil membenahi letak kayu2 bakar di tungku, simbok menjawab, "Hambok yo ben toooo..."
"Mubazir, mbok. Kayak kita ini orang kaya aja.." sahutku.
"Opo iyo mubazir? Mana buktinya? Ndi jal?" tanya simbok kalem. Kadang aku benci melihat gaya kalem simbok itu. Kalo sudah begitu, ujung2nya pasti aku bakal kalah argumen. 
"Lhaa itu?, tiap hari kan yo cuma simbok bagi2in ke tetangga2 to? Orang2 yg liwat2 mau ke pasar itu barang??" aku ngeyel.
"Itu namanya sedekah, bukan mubazir.. Cah sekolah kok ra ngerti mbedakke sodakoh ro barang kebuang.."
"Sodakoh kok mban dino?! Koyo sing wes sugih2o wae, mbooook mbok!" nadaku mulai tinggi.
"Ukuran sugih ki opo to, Kir?" Ah, gemes lihat ekspresi kalem simbok itu!
"Hayo turah2 leh duwe opo2..Ngono we ndadak tekon!" 
"Lha aku lak yo duwe panganan turah2 to? Pancen aku sugih, mulo aku iso aweh...". Tangannya yg legam dg kulit yg makin keriput menyeka peluh di pelipisnya. Lalu simbok menggeser dingkliknya, menghadap persis di depanku. Aku terdiam sambil meneruskan makanku, kehilangan selera utk berdebat.
"Le, kita ini sudah dapat jatah rejeki masing2, tapi kewajiban kita kurang lebih sama: sebisa mungkin memberi buat liyan. Sugih itu keluasan atimu untuk memberi, bukan soal kumpulan banda brana. Nek nunggu bandamu mlumpuk  lagek aweh, ndak kowe mengko rumongso isih duwe butuh terus, dadi ra tau iso aweh kanthi iklas. Simbokmu iki sugih, le,  mban dino duwe pangan turah2, dadi iso aweh, tur kudu aweh. Perkoro simbokmu iki ora duwe banda brana, iku dudu ukuran. Sing penting awake dewe iki ora kapiran, iso mangan, iso urip, iso ngibadah, kowe podo iso sekolah, podo dadi uwong.. opo ora hebat kuwi pinaringane Gusti Allah, ingatase simbokmu iki wong ora duwe tur ora sekolah?", simbok tersenyum adem.
"Iyo, iyoooooh.."
"Kowe arep takon ngopo kok aku masak akeh mban dino?"
"He eh."
"Ngene, Kir, mbiyen simbahmu putri yo mulang aku. Jarene: "Mut, nek masak ki diluwihi, ora ketang diakehi kuwahe opo segone. E....mbok menowo ono tonggo kiwo tengen wengi2 ketamon dayoh, kedatangan tamu jauh, atau anaknya lapar malam2, kan paling ora ono sego karo duduh jangan..".. ngono kuwi, le. Dadi simbok ki dadi kulino seko cilik nyediani kendi neng paran omah kanggo wong2 sing liwat, nek mangsak mesti akeh ndak ono tonggo teparo mbutuhke. Pancen niate wes ngunu kuwi yo dadi ra tau jenenge panganan kebuang2... Paham?"
Aku diam. Kucuci tanganku di air baskom bekas simbok mencuci sayuran. Aku bangkit dari dingklikku di depan tungku, mengecup kening keriput simbokku, trus berlalu masuk kamar. 
Ah, simbok. Perempuan yg ngga pernah makan sekolahan dan menurutku miskin itu hanya belajar dari simboknya sendiri dan dari kehidupan, dan dia bisa begitu menghayati dan menikmati cintanya kepada sesamanya dg caranya sendiri. Sementara aku, manusia modern yg bangga belajar kapitalisme dgn segala hitung2an untung rugi, selalu khawatir akan hidup kekurangan, lupa bhw ada Tuhan yang menjamin hidup setiap mahluk yg bernyawa. Simbokku benar: sugih itu kemampuan hati utk memberi utk liyan, bukan soal mengumpulkan untuk diri sendiri.

Friday, December 23, 2016

APPENDIXITIS

   


Appendixitis adalah radang infeksi usus buntu baik akut ataupun kronik.

Penyebab :
  • Infeksi kuman dan virus
Tanda & Gejala :
     Keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri perut kanan bawah, demam, muntah dan nyeri uluhati. Adapun ciri lain sebagai berikut ;
  • Penderita tampak kesakitan
  • Demam
  • Nyeri tekan dan distance musculer dinding perut daerah mc burney
  • Adanya tanda perforasi usus (seperti ; nyeri perut, perut tegang, pekak sisi dan pekak alih dan suara usus negatif)
Laboratorium :
  • Ada lekisitosis dan peningkatan LED
Menentukan diagnosa :
     Untuk menentukan diagnosa Appendixitis dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi (BNO).

Pengobatan :
  • Appenditomy














Penulis : Akhdan_Ners

Thursday, December 22, 2016

GONDOK / STRUMA

     Penyakit gondok / struma adalah suatu pembengkakan pada leher akibat pembesaran kelenjar tiroid.

Penyebab gondok antara lain :
  • Umumnya gondok disebabkan karena kurangnya konsumsi yodium
  • Proses peradangan pada kelenjar tiroid
  • Pembesaran yang didasari oleh tumor
Apa saja jenis penyakit gondok ?
  • Gangguan tidak beracun (non toksik) adalah pembesaran kelenjar tiroid tanpa adanya gangguan pada hormon tiroksin sehingga tidak ada keluhan selain pembesaran tiroid.
  • Gondok beracun (toksik) adalah pembesaran kelenjar tiroid disertai dengan gangguan pada hormon tiroid (gejala hipertiroid dan hipotiroid)
Apa gejala gejala penyakit gondok ?
  • Leher terlihat bengkak
  • Sulit bernafas dan menelan
  • Nyeri pada bagian leher depan jika terjadi peradangan
  • Gejala hipertiroid dan hipotiroid
Gejala hipertiroid 
     Gejala ini timbul ketika hormon tiroid belerja melebihi kerja normal.
  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan meningkat
  • Keringat berlebihan
  • Kelelahan
  • Lebih suka udara dingin
  • Sesak nafas
  • Jantung berdebar
Gejala hipotiroid
     Gejala ini timbul ketika tiroid bekerja dibawah kerja normal.
  • Penambahan berat badan
  • Sensitif terhadap udara dingin
  • Sering lupa
  • Gerakan lamban
  • Sulit buang air besar
  • Kulit kasar
  • Rambut rontok
Bagaimana cara memeriksa secara dini penyakit gondok?
     Untuk mendeteksi penyakit gondok, kita dapat melakukan dengan minum air, lalu perhatikan leher, apakah ada benjolan atau tidak yang bergerak naik turun, selain jakun. Jika ada, kita harus waspada dan segera memeriksakan ke dokter.

Bagaimana mencegah penyakit gondok ?
  • Memakai garam yang mengandung yodium
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung yodium seperti ikan laut, susu, apel, jeruk, anggur.
  • Memberikan garam setelah dimasak untuk menghindari hilangnya yodium dari makanan.
Apa saja tips memilih garam beryodium?
  • Pilih kemasan yang rapi dan tidak rusak
  • Pilih garam yang putih dan kering, tidak lembab atau basah
  • Hindari memilih garam bata / briket apalagi yang tidak dikemas
  • Pilih kemasan kecil agar penyimpanan dirumah tidak terlalu lama
  • Merebus makanan tanpa menutup akan mengakibatkan kadar yodium hilang hingga 50%
Bagaimana penanganan penyakit gondok?
*Gondok tidak beracun 
  • Hormonal : diberikan obat yang berisi ekstrak antitiroid
  • Radioterapi : dilakukan bila kelenjar tiroid tidak bisa dioperasi
  • Operasi : dilakukan operasi pada kelenjar tiroid yang besar untuk menghilangkan gangguan mekanis dan kosmetik
*Gondok beracun 
  • Obat anti tiroid : diberikan ibat untuk menurunkan kadar hormon tiroksin
  • Yodium radioaktif : dilakukan bila pengobatan dengan anti tiroid gagal
  • Operasi : dilakukan operasi kelenjar tiroid dengan syarat kadar hormon tiroksin harus normal dahulu.


Penulis : Akhdan_Ners

Comments System

Disqus Shortname