Sunday, October 9, 2016

SEKSUALITAS PADA KEHAMILAH

Fisiologi Seks
  • Seks yang hangat dan memuaskan selalu didambakan suami istri walaupun dalam keadaan hamil.
  • Aktivitas seksual didahului oleh libido yaitu proses yang terjadi di otak, dipengaruhi kondisi psikis atau kejiwaan.
  • Pengaruh tersebut meliputi keadaan jiwa pada saat itu, keharmonisan suami istri, kondisi sekitar.
Tujuan Mempelajari Seksualitas pada Kehamilan
  • Terciptanya hubungan yang harmonis antara pasutri didalam rumah tangga.
  • Mempertahankan kehamilan agar tetap aman.
Seks yang Aman pada Kehamilan
  • Secara umum hubungan seksual tetap diperbolehkan pada kehamilan dan tidak akan menimbulkan bahaya asal dilakukan dengan hati-hati.
  • Bila ada riwayat atau ancaman abortus dan kelahiran prematur, dianjurkan untuk menunda hubungan seksual sampai usia kehamilan 16 minggu.
  • Pada akhir kehamilan sebaiknya mengurangi atau menghentikan aktifitas seksual karena dapat menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan, saat ini kepala bayi sudah mulai masuk rongga panggul yaitu kurang lebih 4 minggu sebelum persalinan.
Triwulan I
  • Terhadi perubahan fisik zdan mental pada istri, kondisi istri lemah karena adanya mual muntah dan nafsu makan menurun, biasanya istri menolak hubungan seksual. ( disini sangat diperlukan pengertian dari suami ).
  • Resiko yang kemungkinan timbul ialah rasa nyeri, perdarahan, abortus dan kelahiran prematur. Untuk itu dianjurkan melakukan kontak seksual dengan hati-hati dan dengan posisi yang benar.
  • Pada istri yang tidak mengalami mual muntah serius, aktifitas seksual tidak terganggu, bahkan sering meningkat karena pasangan merasa bahagia dengan kehamilan sang istri.
Triwulan II
  • Mual muntah telah hilang, kesehatan meningkat, perasaan senang karena hamil, maka sekitar 80% wanita meningkat dorongan seksualnya.
  • Suami lebih bergairah karena perasaan bahagia istrinya telah hamil dam melihat istrinya lebih montok.
  • Fase ini kontak seksual meningkat, optimal, aman dan nyaman.
Triwulan ke III
  • Kehamilan memberatkan istri, susah makan, banyak keringat, daya tarik menurun, sehingga kontak seksual tidak memuaskan.
  • Kontak seksual dirasa sebagai ancaman, stimulasi yang berlebihan pada leher rahim dapat menimbulkan kontraksi yang mengakibatkan nyeri, perdarahan, dan abortus. Sehingga biasanya istri menolak hubungan seksual.
  • Pasangan suami istri yang harmonis biasanya menerima keadaan tersebut, bagi pasangan yang tidak harmonis dapat menimbulkan konflik dan perselingkuhan.
KESIMPULAN :
  • Kehidupan seksual merupakan kebutuhan dasar manusia, tidak terkecuali pada pasangan dengan kehamilan.
  • Perlu dibicarakan bersama cara-cara kontak seksual yang nyaman selama kehamilan, sehingga suami istri bisa menikmatinya dan kehamilanpun tetap aman.

Penulis : Akhdan_Ners

No comments:

Post a Comment

Comments System

Disqus Shortname